Monday, 8 July 2013

Pelaku Curanmor Ditembak Mati Dikenal Langganan Penjara

Kamis, 04/07/2013 09:24 WIB

Imam Wahyudiyanta - detikSurabaya
Surabaya - Sunarto dan Abdul Wachid sudah malang melintang di dunia hitam kejahatan khususnya curanmor (pencurian kendaraan bermotor). Dua orang yang berkomplot itu setidaknya sudah beraksi di 17 lokasi berbeda. Mereka juga tak segan-segan melukai korbannya jika melawan

"Selain beraksi di Surabaya, mereka juga beraksi di Gresik dan Mojokerto," kata AKP Agung Pribadi dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Kamis (4/7/2013).

Tapi nasib dua sekawan itu berbeda saat ditangkap polisi. Abdul Wachid tewas ditembak karena mencoba melawan sedangkan Sunarto ditangkap dan masih hidup. Bahkan Sunarto lah yang menjadi petunjuk polisi untuk menemukan Abdul Wachid. 

Berikut lokasi yang pernah menjadi aksi kejahatan kedua penjahat tersebut seperti yang dituturkan Kanit Resmob Polrestabes Surabaya itu. Pencurian L300 di 9 lokasi yakni Jalan Sulung ( 2 kali), Bubutan, Pumpungan, Keputih, Manukan Tirto, Ngagelrejo Kidul, Kemayoran Baru, Koblen. 

Pencurian Suzuki Carry pick up di Jalan Boto Putih, pencurian Toyota Kijang di Jalan Banyu Urip, dan pencurian Suzuki Carry di bawah tol Banyu Urip. "Pelaku juga beraksi di 2 lokasi di Gresik serta 3 lokasi di Mojokerto," lanjut Agung.

Khusus untuk Abdul Wachid, ujar Agung, pernah 6 kali keluar masuk penjara. Abdul Wachid pernah ditangkap Polsek Genteng kasus jambret, Polda Jatim kasus curanmor, Polsek Pabean Cantikan kasus jambret, Polsek Gubeng kasus pencurian dengan kekerasan, dan Polrestabes Surabaya kasus pencurian dengan kekerasan serta curanmor.
"Abdul Wachid ini diindikasikan ikut kelompok yang pernah mencuri mobil rental dan mayat korbannya dibuang di Purwodadi, Pandaan pada 4 Juni lalu," tandas Agung.


(iwd/iwd) 


http://news.detik.com/surabaya/read/2013/07/04/092445/2292183/466/pelaku-curanmor-ditembak-mati-dikenal-langganan-penjara

Perampok Spesialis Mobil Ditembak Mati


Kamis, 4 Juli 2013 11:20 WIB
Laporan Wartawan Surya,Haorrahman
TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Seorang perampok spesialis mobil L 300 dan pencurian sepeda motor (curanmor), berinisial WH (30), warga Wonokromo Surabaya, ditembak mati oleh Unit Resmob Polrestabes Surabaya, Kamis (4/7/2013) dini hari, di Jalan Raya Pucang Surabaya.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta, membenarkan kejadian tersebut.
"Anggota kami terpaksa melakukan tindakan tegas, karena saat hendak ditangkap, tersangka melakukan perlawanan yang membahayakan anggota," kata Setija.
WH sendiri merupakan spesialis pencurian roda empat, sebanyak 17 kali.

http://www.tribunnews.com/2013/07/04/perampok-spesialis-mobil-ditembak-mati

Monday, 1 July 2013

Seorang Komplotan Rampok Ditembak Saat Akan Ditangkap

korban penembakan oknum polisi

Korban penembakan okum polisi

http://www.youtube.com/watch?v=Vf6R05FBvBw

Aksi Perampok Minimarket Terekam CCTV, Satu Ditembak Polisi

Melawan saat ditangkap, lelaki ditembak polisi di Pekanbaru


Senin, 1 Juli 2013 00:30:00

Seorang lelaki bernama Ramos Simanjuntak (33) warga Jalan Yos Sudarso KM 16 Kelurahan Muara Fajar, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau, terpaksa ditembak petugas kepolisian Unit Reskrim Polsek Rumbai, karena melawan dan melukai 3 anggota polisi termasuk kapolseknya, Sabtu (29/6) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Saat ini, Ramos mengidap penyakit Epilepsi sejak kelas tiga SMP masih terbaring lemas dan mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, Polda Riau. Dia mendapat pengawalan ketat dari personil Polsek Rumbai.

Kakak korban, Ricardo Simanjuntak mengatakan, malam itu sekitar pukul 01.00 WIB adiknya sedang berada di dalam rumah langsung dijemput oleh beberapa petugas Polsek Rumbai.

"Adik saya dijemput oleh beberapa petugas Polisi karena dituduh melakukan penganiayaan terhadap seorang anak-anak. Adik saya dijemput dari rumah, lalu langsung dibawa ke Polsek Rumbai," ujar Ricardo Simanjuntak, Minggu (30/6).

Pihak keluarga tidak ada yang menyangka Ramos akan mendapat tembakan di bagian paha.

"Kami mau kasus ini ditindaklanjuti, kenapa mereka asal main tembak. Kan mereka bertugas ada prosedurnya, dan kami mau kasus ini ditindaklanjuti bapak Kapolda," kata RiCardo.

Sementara itu, Kapolsek Rumbai AKP Franky Tambunan membenarkan penembakan tersebut. "Penembakan itu dilakukan karena korban terlebih dahulu melakukan perlawanan dan mencoba merebut senjata petugas," ungkap Franky.

Ramos ditangkap karena petugas mendapat laporan dari Satria (16). Satria mengalami luka akibat pukulan di bagian dahi yang dilakukan Ramos karena berselisih paham saat hendak melihat truk terbalik.

Atas laporan itu, petugas mencoba mengklarifikasi apakah kejadian itu benar-benar dilakukan Ramos. Tetapi, Ramos justru mengamuk dan memukul petugas.
[dan]

http://www.merdeka.com/peristiwa/melawan-saat-ditangkap-lelaki-ditembak-polisi-di-pekanbaru.html