Wednesday, 6 June 2012

Pencuri 7 motor di Bandung ditembak polisi

Selasa, 5 Juni 2012 14:34 wib wib
Sindonews.com - Pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) ditembak petugas kepolisian Unit Reskrim Polsekta Cidadap. Pelaku bernama Irman Afrianto alias Kirun (25) ditembak petugas lantaran mencoba melarikan diri saat akan ditangkap.

Kepala Polsekta Cidadap Kompol Sutorih didampingi Kanitreskrim Polsekta Cidadap AKP M Simangunsong menjelaskan, Kirun diringkus di kediamannya di Jalan Gunung Kencana, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, Minggu 3 Juni malam.

Meski baru satu bulan, pelaku telah berhasil menggondol tujuh unit motor dari kost-kostan yang berada di wilayah hukum Polsekta Cidadap.

“Pelaku mulai beraksi setiap jam dua sampai jam lima pagi. Dia menjalankan aksinya seorang diri,” jelas Sutorih di Mapolsekta Cidadap, Selasa (5/6/2012).

Aksinya yang seorang diri, membuat Kirun melancarkan aksinya dengan berjalan kaki. Dengan hanya berbekal kunci astag (letter T), dia bisa pulang dengan membawa motor hasil curiannya.

"Daerah operasi pelaku, di Jalan Ciumbuleuit, Jalan Cipaku, dan daerah Terminal Ledeng. Sasarannya, motor yang diparkir di kostan," katanya.

Setelah berhasil mendapatkan motor hasil curiannya, Kirun langsung merubah tampilan motor tersebut seperti dengan mengganti nopol, warna, dan nomor rangka atau merusak nomor mesin.

“Saat penangkapan yang dipimpin langsung Kanitreskrim, pelaku melarikan diri dan mencoba melawan. Hingga akhirnya pelaku dilumpuhkan,” terangnya.

Kini, Kirun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena terjerat pasal 363 ayat 1, ke 3e, 5e KUHPidana, dengan ancaman lebih dari tujuh tahun penjara.(azh) 


http://jakarta.okezone.com/read/2012/06/05/447/641769/pencuri-7-motor-di-bandung-ditembak-polisi

Gembong Pencuri dengan Modus Bertamu Tewas Didor


E Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 05/06/2012 16:15 WIB

Jakarta Komplotan spesialisasi rumah kosong dibeluk aparat Subdit Jatanras Polda Metro Jaya. Sang 'kapten' HY bahkan tewas ditembak saat melawan polisi.

Komplotan ini biasanya menyasar rumah-rumah penduduk dengan modus bertamu atau berpura-pura menjadi petugas CCTV.

"Kelompok ini spesialisasi mencuri sasaran rumah yang mungkin ditinggal kosong dengan cara merusak pintu dan gembok. Kalau ada pembantu, mereka mengaku suruhan majikan untuk melakukan perbaikan alat komunikasi maupun barang-barang di rumah," kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Helmy Santika saat jumpa pres di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (5/6/2012).

Jumlah tersangka yang ditangkap ada 8 orang yakni HY alias HS (48), BS alias KM (39), HR alias JUl (41), BK alias KK (36), AM alias A (32), MH alias A (40), LH alias L (32) dan AA alias P (28). Para tersangka ditangkap di kawasan Jakarta Timur pada Minggu 3 Juni lalu.

"Tiga tersangka yakni HY, AM dan AA adalah residivis dan merupakan DPO kami," kata Helmy.

Polisi terpaksa menembak tersangka HY karena berupaya melawan petugas ketika melarikan diri saat dilakukan pengembangan terhadap pelaku lain dan penadah. HY tertangkap di POM bensin Taman Mini Indah, Jakarta Timur.

"Tersangka luka tembak di bagian kaki dan punggung," ujarnya.

Helmy menjelaskan, kelompok pelaku yang berasal dari Palembang ini berjumlah total 12 orang. Dalam aksinya, para pelaku sering berganti-ganti rekan kerja.

"Aksinya dilakukan 4 orang secara bergantian, dua orang bertugas di luar memantau situasi dan dua lainnya beraksi di rumah korban. Mereka ke lokasi menggunakan dua unit motor," imbuhnya.

Kelompok ini menyasar rumah penduduk yang mewah dan tidak dijaga oleh petugas sekuriti.

Selama tahun 2012 saja, para pelaku telah melakukan aksinya di 18 lokasi di kawasan Jakarta Timur di antaranya, Cibubur, Kampung Rambutan, Bambu Apus, Radar Auri Cibubur, Ciracas, Condet dan Cimanggis, Depok.

"Mereka sangat menguasai wilayah Jakarta Timur," katanya.

Helmy menegaskan, dari setiap aksinya itu tidak ada melibatkan orang dalam. Para pelaku sebelum beraksi lebih dulu mensurvei rumah yang akan menjadi sasarannya.

Modusnya, dengan berpura-pura bertamu ke rumah korban. Bila tidak ada yang menjawab di rumah korban, maka para pelaku masuk dengan cara merusak pintu rumah korban.

"Tidak ditentukan berhari-hari, tetapi kadang-kadang, begitu ada peluang, yang nggak ada sekuritinya, mereka hantam," imbuhnya.

Bila sudah mendapatkan sasaran, dua pelaku kemudian berjaga di depan rumah untuk memantau situasi. Sementara dua lainnya berpura-pura masuk ke dalam rumah dengan cara bertamu.

"Begitu masuk, pelaku menuju kamar korban dan mengambil barang-barang berharga seperti perhiasan, laptop, jam tangan dan uang tunai," ujarnya.

Dari para tersangka, polisi menyita barang bukti berupa 5 unit motor, dua buah obeng besar, 8 unit handphone, 3 buah jam tangan, uang tunai sebesar Rp 1,1 juta.

Kini, polisi tengah memburu 4 tersangka lain berinisial AM, U, UD dan IN yang merupakan penadah. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

(mei/aan)

Fokus "Amblas Bersama Hambalang" baca di majalah.detik.com
http://news.detik.com/read/2012/06/05/161555/1933425/10/gembong-pencuri-dengan-modus-bertamu-tewas-didor?9922022

Polisi Tangkap Perampok Spesialis Rumah Kosong


Tribunnews.com - Selasa, 5 Juni 2012 21:25 WIB
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aparat kepolisian Polda Metro Jaya berhasil meringkus delapan tersangka perampokan dengan modus berpura-pura sebagai tamu ke rumah korbannya.
Kepala Subdit Umum Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Helmy Santika mengatakan komplotan ini mengincar rumah-rumah kosong dan rumah yang hanya ditinggali oleh pembantu rumah tangga saja.
"Biasanya mereka berbagi peran. Dua pelaku seolah-olah bertamu dan diterima oleh pembantu rumah tangga mengatakan diperintah sang majikan mengerjakan sesuatu yakni renovasi, memasang gorden bahkan memasang CCTV," ucap Helmy, Selasa (5/6/2012) di Mapolda Metro Jaya.
Lalu tanpa sepengetahuan pembantu rumah tangga seorang pelaku menyelinap masuk ke kamar pemilik rumah. Sementara untuk rumah yang kosong, pelaku merusak gembok pagar dan pintu maupun jendela menggunakan obeng.
"Pelaku lainnya berada di luar mengawasi. Dan pelaku yang di dalam rumah mengambil barang korban lalu pergi meninggalkan rumah seolah-olah pekerjaanya selesai. Dan sebelumnya pelaku mengelabuhi pembantu rumah tangga untuk mencari suatu benda untuk mengalihkan," tutur Helmy.
Dikatakan Helmy, delapan tersangka itu yakni, AM (32), MH (40), LH (34), AA (28), BS (35), HR (41), BK (36) dan HY (48) yang meninggal dunia lantaran ditembak polisi karena saat ditangkap melakukan perlawanan.
Sementara barang bukti yang berhasil disita diantaranya lima unit sepeda motor, dua buah obeng besar, delapan buah handphone, tiga buah jam tangan dan uang sebesar Rp 1.010.000.
Polisi juga masih memburu pelaku lainnya yang masih buron, yakni AM, CU, UD dan IN yang merupakan penadah barang. Kedelapan pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP.

http://jakarta.tribunnews.com/2012/06/05/polisi-tangkap-perampok-spesialis-rumah-kosong

Gembong Pencuri Motor Ditembak Polisi


06 Juni 2012
TEGAL - Seorang gembong pencurian kendaraan bermotor (curanmor), Maulana Ischak (32), Selasa (5/6) ditembak petugas Unit Resmob Sat Reskrim Polres Tegal Kota. Paha kanan warga Jl Pangeran Antasari RT 1/RW 3, Kelurahan Keturen, Kecamatan Tegal Selatan, itu ditembus timah panas saat Tim Unit Resmob dipimpin Aipda Warsono dan Kaur Bins Ops Sat Reskrim Ipda Belnas Palipadang SE hendak membawanya ke Mapolres Tegal Kota.
''Ketika dalam perjalanan menuju Polres Tegal Kota, rupanya tersangka melihat kesempatan untuk lari. Ya terpaksa kami tembak agar tak berusaha kabur,'' terang Kasat Reskrim Polres Tegal Kota AKP Heriyanto SH, Selasa (5/6).
Ischak adalah pelaku curanmor Yamaha Vixion hitam B-6275-SNW di halaman parkir RSUD Kardinah Kota Tegal, Selasa (26/4). Sepeda motor itu milik Wanto Utomo alias U'ut (44) warga RT 5/RW 1, Kelurahan Pesurungan Kidul, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal yang juga teman tersangka. ''Motor itu saya jual seharga Rp 2.500.000 ke warga Kaligangsa, Kecamatan Margadana,'' ucap tersangka di hadapan penyidik Unit I Sat Reskrim Polres Tegal Kota.
Tersangka juga mengaku mencuri Honda Supra X putih setrip biru dan hitam nopol G-3155-ZE di dekat TPI Jongor, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, dua bulan sebelumnya. Motor itu dia jual Rp 800.000 ke warga Margadana. (D12-48)

http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/06/06/188634/Gembong-Pencuri-Motor-Ditembak-Polisi

Friday, 1 June 2012

POLISI TEMBAK 5 Tersangka Curanmor Lintas Provinsi





SEMARANG--Satuan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Jateng meringkus tujuh tersangka pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) mobil lintas provinsi.
Dari tangan penjahat tergabung dalam kelompok Jawa Barat (Jabar), petugas menyita barang bukti Cranmor sebanyak tujuh unit mobil berbagai jenis.
”Para tersangka ditangkap 26 Mei 2012 secara terpisah di Pekalongan dan Indramayu, Jabar,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jateng, Kombes Pol Djihartono dalam gelar pekara di Mapolda Jateng Jl Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (31/4/2012).
Dari tujuh tersangka itu, lima di antaranya ditembak petugas karena berupaya melarikan saat hendak ditangkap. Bahkan satu tersangka yakni H Brohim, 50, warga Blok Winong Lor RT 002/RW 001, Winong, Gempol, Cirebon, Jawar kondisinya masih kritis dan dirawat di sebuah rumah sakit.
Sedang tersangka yang ditembak kakinya yakni, Kamsen, 41, warga Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang, Indramayu, Jabar, Salim, 52, warga Jl Karanganyar Utara RT 008/RW 009, Karanganyar, Sawah Besar, Jakarta Barat. Usman, 39, warga Kaplong RT 002/RW 001, Kecamatan Karangampel, Indramayu, Jabar, dan Sudin alias Codet, 31, warga Jatimungul RT 001/RW 002, Jatimungul, Idramatu, Jabar.
Dua tersangka lainnya masing-masing, Yono, 30, warga Desa Jumbleng, Kecamtan Losarang, Indramayu, Jabar dan Sopyan Sahar, 36, warga Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang, Indramayu, Jabar.
”Tersangka Curanmor dengan sasaran mobil ini tercatat telah melakukan 31 aksi kejahatan di Semarang,” ujar Djihartono.
Dalam aksinya, jelas Kabid Humas, kawanan tersangka menggunakan mobil serta membawa peralatan gunting baja, celurit, bor listrik dan lainnya. Mereka langsung masuk ke dalam rumah, dengan cara merusak dan  memotong gembok pagar dan garasi kemudian membawa lari mobil yang diparkir dalam garasi.
”Guna pemeriksaan lebih lanjut tujuh tersangka ditahan di Mapolda Jateng. Tersangka dijerat melanggar Pasal 363 ayat 2 KUHP,” katanya.
Sementara tersangka Usman, mengaku hanya melakukan beberapa kali melakukan aksi pencurian mobil. ”Tak sampai 31 kali, saya diajak Brohom,” ujar dia.
Sedang tujuh unit mobil hasil kejahatan tersangka yang saat ini diamankan di Mapolda Jateng masing-masing Grand Max warna silver Nopol H 9224 JR, Avanza warna hitam Nopol B 1826 JPU, Avanza warna silver Nopol E 1396 PS, Xenia warna hitam Nopol B 3568 OTW, Avanza warna biru Nipol E 1826 YP, Avanza warna silver Nopol E 1612 PK, dan Suzuki Caryy Pikap Nopol B 1050 SQE.
”Mobil yang menjadi sasaran pencurian para tersangka Toyota Avanza, Innova dan Daihatsu Xenia karena gampang dijual,” ujar petugas Dit Reskrimsus Polda Jateng.
http://www.solopos.com/2012/channel/jateng/polisi-tembak-5-tersangka-curanmor-lintas-provinsi-190398

Pencuri Ninja Keok Ditembak Polisi


Sriwijaya Post - Sabtu, 2 Juni 2012 07:24 WIB

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Berusaha kabur ketika ditangkap petugas, Roberto (24), pelaku komplotan kasus curanmor (pencurian kendaraan bermotor), terpaksa dilumpuhkan. Kaki kanan Roberto ditembak dan kini diamankan di Polresta Palembang, Jumat (1/6/2012).

Roberto dibekuk petugas pimpinan Kasubnit Ranmor Aiptu Saliman, di kawasan Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Kamis (31/5/2012) malam.

Roberto diamankan dengan barang bukti satu unit sepeda motor Kawasaki Ninja warna hijau milik korban Diki (20), yang dicuri Roberto di kawasan Jl Demang Lebar Daun beberapa hari lalu.

"Aku sudah lima kali mencuri motor. Motor Ninja yang aku curi untuk pakai sendiri memang platnyo sudah aku ganti. Biasanya setiap kali berkasi mencuri motor, aku lakukan sama kawan. Yang jual motor curian bukan aku, setiap ada hasil jual motor, aku dapat bagian uang Rp400 ribu," ujar Roberto yang tercatat sebagai warga Jl Ogan Raya Lrg Mesuji II Kel Lebong Gajah Kec Sako Palembang.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat Reskrim Kompol Djoko Julianto mengatakan, tersangka merupakan komplotan pelaku curanmor yang memang meresahkan masyarakat. 

Kini tersangka masih menjalani pemeriksaan petugas untuk menyelediki kasus curanmor yang pernah dilakukan sebelumnya. 

"Identitas pelaku-pelaku lainnya sudah diketahui petugas, kini pelaku yang belum tertangkap masih dalam pengejaran petugas," ujarnya.

Penulis : Welly Hadinata

Editor : Soegeng Haryadi

http://palembang.tribunnews.com/2012/06/02/pencuri-ninja-keok-ditembak-polisi?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

Tiga Terpidana Narkoba Segera Ditembak Mati


Kamis, 31 Mei 2012 , 16:17:00


JAKARTA - Tiga terpidana mati kasus narkoba yang ada di lingkungan hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten akan segera dieksekusi. Kejati Banten menjadi Kejati satu-satunya di Indonesia yang menyatakan siap menjalankan eksekusi dalam waktu dekat ini.

"Persiapan sudah ada, teknisnya diserahkan ke Jaksa Agung Muda Pidana Umum (JAM Pidum)," kata Jaksa Agung Basrie Arief, selepas memimpin sertijab 22 pejabat eselon II, Kamis (31/5).  JAM Pidum Hamzah Tadja sempat hendak menyebut waktu pelaksanaan eksekusi, namun keburu dicegah Basrief.

Ditemui selepas, acara Hamzah menyebutkan sebenarnya Kejati DKI juga telah siap menjalankan eksekusi. Hanya saja soal berapa jumlah terpidana dan apa saja kasusnya, Hamzah mengaku belum mendapat informasi lengkap.

"Yang saya tahu cuma 3 terpidana di Kejati Banten. Semuanya kasus narkoba, kejati DKI belum dapat informasi lengkap," tambah Hamzah Tadja.

Dengan alasan masih didata, Kejagung hingga kini belum merilis angka resmi berapa jumlah terpidana mati. Akhir 2010, kejaksaan sempat merilis data bahwa jumlahya mencapai 116 orang. Namun jumlahnya kini terus menyusut karena mendapat pengampunan (grasi) dari presiden. (pra/jpnn)

http://www.jpnn.com/read/2012/05/31/129082/Tiga-Terpidana-Narkoba-Segera-Ditembak-Mati-#