Monday, 12 March 2012

Polisi Tembak Mati Pejambret di Surabaya

Slamet Riadi
11/03/2012 11:26 | Pejambretan
Liputan6.com, Surabaya: Seorang pelaku spesialis jambret di Kota Surabaya, Jawa Timur, ditembak mati oleh Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya, Ahad (11/3). Pelaku dihadiahi timah panas karena akan membacok polisi saat akan ditangkap. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa senjata tajam dan sepeda motor.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Polisi Tri Maryanto mengatakan pelaku bernama Fitra Andi Prasdiono merupakan residivis yang juga target polisi. Dalam melakukan aksinya, pelaku dikenal sadis karena tak segan-segan melukai korbannya jika melawan. Kini jasad Fitra berada di kamar mayat Rumah Sakit dokter Soetomo Surabaya.(JUM)

http://buser.liputan6.com/read/381434/polisi-tembak-mati-pejambret-di-surabaya

Berusaha Kabur, Spesialis Pencuri Motor Ditembak Polisi


 


Komhukum (Palembang)- Polisi terpaksa menembak spesialis pelaku pencuriaan motor bernama Yesi Darmansyah akibat ulahnya yang berusaha kabur pada saat akan ditangkap.

Lantaran berusaha kabur ketika dirazia petugas, Yesi Darmansyah alias Esi (22), yang diduga spesialis pencuri kendaraan bermotor, kaki kanannya ditembak petugas, di kawasan Jln. Palembang-Indralaya, Minggu (11/03)malam.

Untuk mempertanggung jawabkan kelakuannya kini Esi beserta satu unit motor hasil curian diamankan di Polresta Palembang.

Kepada petugas, Esi mengaku merasa sangat kaget melihat ada razia petugas. Karena merasa kaget, lantas ia berusaha menerobos razia dengan menggunakan motor yang baru saja dicurinya. Namun usahanya digagalkan petugas yang melakukan razia, meskipun sempat kabur ke rawa-rawa.

Esi yang tercatat sebagai warga Desa Suka Negeri, Kecamatan Semendawai Barat, Kabupaten OKU Timur, mengaku sudah pernah melakukan hal yang sama yaitu pertama ia mencuri motor di kawasan Masjid Agung dua hari lalu dan sudah ia  jual di desa seharga Rp. 1 juta lebih. Dan sialnya untuk yang kedua ini saya curi di kawasan Polygon, ketika hendak dibawa ke desa saya terjaring razia.

“Saya sengaja datang ke Palembang memang berencana untuk curi motor. Pertama saya mencuri motor di kawasan Masjid Agung dua hari lalu dan sudah saya jual di desa seharga Rp. 1 juta lebih. Yang keduanya saya curi di kawasan Polygon, ketika mau dibawa ke dusun saya kena razia,” ujar Esi

Tersangka Esi yang kesehariannya sebagai petani mengaku nekat mencuri motor karena untuk membayar utang dan membeli peralatan elektronik.

“Saya datang dari OKU Timur naik bis dan turun di kawasan Polygon. Saya lihat ada motor langsung saya curi pakai kunci T yang dibuat dari obeng,” ungkapnya.

Terkait peristiwa itu, Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat Reskrim Kompol Frido Situmorang, Senin (12/03) pagi mengatakan, tersangka Esi kini masih menjalani pemeriksaan petugas penyidik lebih lanjut.

Tertangkapnya tersangka Esi yang sudah melakukan curanmor lebih dari satu kali, berkat hasil razia petugas yang bertujuan untuk menekan angka kriminalitas di kota Palembang. (K-5/Adi)

http://www.komhukum.com/kriminal-feed-19649#.T12cbYt5GHo.twitter

Monday, 5 March 2012

Pembunuhan Sadis di Kediri, Korban Ditembak Senapan Angin Dua Kali


M Agus Fauzul Hakim | Tri Wahono | Senin, 5 Maret 2012 | 13:59 WIB



KOMPAS.COM/ M. AGUS FAUZUL HAKIMHariyanto (tengah), salah satu tersangka pembunuhan sadis seorang karyawan bank Danamon Unit Kandangan, Kediri, Jawa Timur saat berada di Mapolres Kediri, Senin (5/3/2012).
KEDIRI, KOMPAS.com - Satu dari dua pelaku pembunuhan sadis terhadap Hidayat Bagus Febrianto (28), seorang karyawan Bank Danamon Unit Kandangan Kediri, Jawa Timur ditangkap polisi. Pelaku tidak dapat berkutik setelah betis sebelah kanannya dilumpuhkan dengan timah panas.
Setelah sempat buron selama sembilan hari, pelarian Hariyanto (37), warga Dusun Mulyorejo, Desa Kampungbaru, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri berakhir di tangan aparat. Dia ditangkap saat tengah bersembunyi di sebuah pemakaman umum yang ada di wilayah Prambon, Sidoarjo, Sabtu (3/3/2012).
"Saat ditangkap memang tidak melawan, tapi saat bersama petugas, yang bersangkutan mencoba melarikan diri," kata AKBP Kasero Manggolo, Kapolres Kediri, Senin (5/3/2012).
Peran tersangka dalam pembunuhan yang terjadi pada Kamis (23/2/2012) ini, menurut Kasero Manggolo, adalah turut serta membantu dalam pembunuhan yang diduga dilakukan oleh Darto, kakak kandungnya. Dari pengakuan tersangka, pembunuhannya dilakukan dengan menembak kepala korban sebanyak dua kali dengan senapan angin.
Bahkan kepalanya sempat dipukul dan diracun dengan obat tanaman hingga korban tewas. Usai tewas, mayat korban kemudian dikubur di pekarangan belakang rumah Darto, di Dusun Mulyorejo, Kepung, Kediri.
"Tersangka turut membantu dalam pembunuhan itu. Motif pembunuhannya karena kakaknya jengkel hutangnya ditagih terus," imbuh mantan Kapolres Sampang ini.
Sementara tersangka Hariyanto mengaku keterlibatannya dalam pembunuhan itu bukan karena materi, tapi karena diajak dan dipaksa kakaknya. "Saya dipisuhi (diumpat) disuruh untuk membantu (pembunuhan). Saya ikut nyeret mayatnya hingga ke belakang rumah," akunya.
Pria yang pada tahun 2008 silam pernah menghuni hotel prodeo atas kasus pencurian tersebut masih diamankan di Mapolres dan diancam pasal 340 KUHP Subsider pasal 338 KUHP Junto pasal 55, 56 KUHP dan Pasal 365 KUHP. Beberapa bukti yang dikumpulkan petugas di antaranya sebilah parang, satu botol obat tanaman, selembar karpet, dua lembar papan seng, serta sepasang sepatu milik korban.
Pengejaran kepada Darto, pelaku utama, saat ini masih terus dilakukan petugas. Begitu pula pencarian terhadap senapan angin kaliber 5,5 mm yang digunakan untuk pembunuhan.
Sebelumnya, pembunuhan yang terjadi pada Kamis (23/2/2012) tersebut bermula saat korban yang warga Tulungrejo, Pare, Kediri itu datang ke rumah Darto untuk menagih cicilan kredit dari hutang pokok sebesar Rp 575 juta. Korban sempat memberi kabar keberadaannya kepada koleganya di kantor.
Namun hingga malam korban tidak kunjung kembali ke kantor dan teleponnya tidak bisa lagi dihubungi. Pencarian yang dilakukan rekannya di lokasi terakhir kontak tidak membuahkan hasil. Akhirnya, pihak kantor melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.
Hingga pada Sabtu (24/2/2012), petugas yang dibantu warga akhirnya menemukan mayat korban yang masih berpakaian seragam lengkap terkubur di lahan cabe pekarangan belakang rumah Darto. Dari catatan polisi, Darto pada tahun 2001 juga pernah tersangkut kasus pembunuhan dan perampokan.


http://regional.kompas.com/read/2012/03/05/13590036/Pembunuhan.Sadis.di.Kediri.Korban.Ditembak.Senapan.Angin.Dua.Kali

Gembong Perampok Ditembak Mati

INILAH.COM, Tebingtinggi - Tamat sudah petualangan gembong perampok, Redi (26), warga Desa Rantautenang, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Empat Lawang. Dia sudah beberapa kali digrebek kepolisian namun selalu bisa lolos, hingga akhirnya ditembak mati jajaran petugas Polsek Urban Tebingtinggi, Sabtu (3/2) malam sekitar pukul 21.20.

Ditembaknya gembong rampok ini berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan saat itu Redi berada di salah satu kafe di kawasan Talang 12, Desa Sawah, Kecamatan Tebingtinggi. Mendapat informasi itu, Kanit Shabara, AKP Ramlan Amin dan Kanit Reskrim, Aiptu Sugianto segera bergerak ke lokasi.

Ketika tiba di lokasi, tersangka yang memang menjadi target operasi, langsung melarikan diri di kegelapan malam setelah melihat mobil petugas berhenti. Namun polisi yang sudah lama mengejar begundal yang selalu meresahkan masyarakat itu, tak ingin gagal lagi. Tujuh petugas langsung melakukan pengejaran dan memberikan tembakan peringatan.

Redi yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus curas dan curat itu, sama sekali tak menggubris, bahkan dia sempat melukai paha kanan salah seorang polisi. Melihat satu personelnya terluka, polisi pun semakin gigih mengejar tersangka. Setelah sempat kejar-kejaran, sebutir timah panas melumpuhkan gembong rampok.


Setelah divisum, jenazah Redi diserahkan kepada keluarganya melalui Kades Rantautenang, Rudi Hartono dan disaksikan Camat Tebingtinggi, M Alhumaidi. "Saat itu kita sudah mengeluarkan tembakan peringatan, namun tersangka tetap tak menggubris sehingga petugas terpaksa melumpuhkannya, tersangka masih tetap melakukan perlawanan, bahkan bergulat dengan petugas," tutur Kapolsek Tebingtinggi, AKP Dwi Utomo melalui Kanit Shabara, AKP Ramlan Amin.



http://sindikasi.inilah.com/read/detail/1837169/gembong-perampok-ditembak-mati



Friday, 2 March 2012

Mencoba Kabur, Rampok Toko Emas Ditembak


Metropolitan - Kamis, 1 Maret 2012 | 14:53 WIB





INILAH.COM, Jakarta - Polisi terpaksa menembak salah seorang pelaku perampokan toko emas di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, karena mencoba melarikan diri saat telah berhasil ditangkap.

"Polisi terpaksa melumpuhkan kaki kanan Muhammad Ibrahim (26) alias Wongso, dengan tembakan, karena mencoba melarikan diri," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (1/3/2012) .

Rikwanto menambahkan, Wongso ditembak pada Rabu (29/2/2012) pagi, saat diperjalanan saat hendak dibawa dari Cirebon menuju Jakarta, untuk proses pengembangan kasus perampokan tersebut. "Saat itu anggota sedang istirahat di rest area tol Cikampek, kemudian Wongso melarikan diri sempat ada pengejaran terhadapnya," katanya.

Dia melanjutkan, saat ini Wongso sedang mendapat perawatan. Sebelumnya diberitakan terjadi perampokan pada Jumat (24/2/2012) lalu di Toko Emas Ciputat, Tangerang Selatan.

Polisi berhasil mengamankan sementara dua pelaku lainnya yaitu ES (27) dan S (37) di daerah Terminal Cirebon, Jawa Barat. Polisi berhasil menyita barang bukti berupa tiga unit handphone, satu tas hitam berisi uang Rp 146,66 juta dan satu tas kecil berisi uang Rp 135juta.[bay]



http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1836128/mencoba-kabur-rampok-toko-emas-ditembak

Polisi Buron Penadah Emas Ciputat


Kamis, 1 Maret 2012 23:58 WIB



SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Berdasarkan keterangan dari para tersangka perampok empat toko emas di Ciputat, diketahui hasil rampokan telah dijual ke seorang penadah yang kini tengah diburu polisi.

"Menurut keterangan tersangka yang sudah ditangkap mereka jual kepada seorang di suatu tempat. Ini anggota sedang mencari tempat tersebut dan menemukan barang bukti yang mudah-mudahan ada lokasi tersebut," papar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto Kamis (1/3/2012).

Rikwanto mengatakan anggota di lapangan tengah melacak tempatnya. "Titik terangnya sudah ada tinggal masalah waktu saja," ucap Rikwanto.

Lebih lanjut, Rikwanto menjelaskan siapapun yang terlibat dengan perampokan toko emas Ciputat akan diburu, seperti seorang tersangka bernama Toni yang tidak ikut merampok namun berperan menyediakan rumah aman untuk pelarian para tersangka.

Perampokan empat toko emas di Ciputat terjadi di Pasar Ciputat Jumat (24/2/2012) lalu. Polisi mengamankan tiga tersangka di Cirebon Jawa Barat,
Moh ibrahim alias wongso (28), Edy sumarno alias andong (27), Suratno (37) dan Toni.

Wongso ditembak polisi lantaran berusaha melarikan diri saat di rest area Tol Cikampek, sementara Toni ditangkap di Serang. Toni berperan menyediakan rumah persembunyian di Serang dengan mendapatkan imbalan Rp 10 juta.

Sementara dari tiga tersangka lainnya polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yaitu tiga buah HP, satu tas hitam berisi sejumlah uang Rp 146,66 juta dan satu tas kecil berisi Rp 135 juta.

Editor : Boyozamy
Sumber : Tribunnews

Sidik:"Pelaku Curanmor Ditembak"


Seorang residivis di Makassar ditembak polisi saat kembali mencuri sepeda motor dan melarikan diri.
Petugas Polsek Panakukang Makassar melumpuhkan Z-L, pencuri sepeda motor yang berusaha melarikan diri dari kejaran. Warga Mangadel Makassar ini tak berkutik dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Bhayangkara. Residivis kambuhan ini kedapatan kembali mencuri sepeda motor warga. Kepada polisi ia mengaku sudah mencuri belasan motor dan menjualnya dengan harga antara 2 sampai 3 juta rupiah per unitnya. Pelaku biasa menyasar sepeda motor yang diparkir tanpa kunci ganda.

Polisi menyita 5 unit sepeda motor hasil curian dan Z-L kembali mendekam di balik jeruji besi serta terancam hukuman 7 tahun penjara.

http://news.mnctv.com/index.php?option=com_content&task=view&id=22066&Itemid=14