Friday, 5 August 2011

Kaki Dede Ditembak Polisi

Tribun Medan - Jumat, 5 Agustus 2011 11:15 WIB


TRIBUN-MEDAN.com,KUALA TUNGKAL - Polisi terpaksa menembak betis kaki kanan Dede (23). Ia berusaha lari dari kejaran polisi saat akan ditangkap.

Kejadian itu berlangsung pada Kamis (4/8) sekitar pukul 23.45, tepatnya di Parit Empat, Kampung Nelayan, Kecamatan Tungkal Ilir. Tersangka bernama lengkap Dede Putra Razaldi ketahuan saat hendak mencuri sepeda motor.

Kabag Ops Kompol Ida Bagus Winarta mengatakan pencurian dilakukan dengan cara membongkar rumah korban. Belum sempat mencuri, pelaku kepergok warga.

"Karena berusaha lari, makanya ditembak kaki kanannya," katanya, Jumat (5/8). Saat ini, pelaku sudah diamankan di Mapolres Tanjabbar untuk penyelidikan lebih lanjut. (berman/tribun-jambi.com)

Editor : Mauliana_Noor
Sumber : Tribun Jambi

http://medan.tribunnews.com/2011/08/05/kaki-dede-ditembak-polisi

Tuesday, 2 August 2011

Identitas Penembak Polisi Bangkalan Masih Buram

TEMPO Interaktif, Bangkalan- Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Hadiatmoko mengakui polisi hingga kini belum berhasil melacak keberadaan pelaku penembakan terhadap Brigadir Satu Erik Setyowidodo, anggota Satuan Lalu Lintas Polres Bangkalan.

"Kami sudah tunjuk Kaditresum (Kepala Direktorat Reserse Umum) Polda untuk memimpin penyelidikan kasus ini. Ini kasus serius," kata Hadiatmoko di Markas Polres Bangkalan, Selasa 2 Agustus 2011.

Menurut Hadiatmoko, pengambilalihan penyelidikan kasus ini bukan karena tidak percaya pada kinerja dan kemampuan Kepala Polres Bangkalan Ajun Komisaris Besar Kasero Manggolo. "Ini hanya untuk mempermudah koordinasi supaya pelaku cepat terungkap," katanya kepada wartawan.

Soal penyebab kematian Erik, Hadiatmoko memastikan korban tewas akibat ditembak dari jarak dekat oleh pelaku. Namun belum dipastikan apakah peluru yang dipakai pelaku standar polisi atau bukan. "Dari hasil otopsi ditemukan peluru di tubuh korban," ujarnya.

Kapolda menepis dugaan yang beredar bahwa pelaku pembunuhan Erik terkait aksi terorisme. Juga beredar kabar pelaku menyamar dengan menggunakan baju dinas kepolisian. "Soal teroris terlalu jauh. Yang jelas kasus ini harus diungkap," ujarnya.

Sementara itu Kepala Polres Bangkalan Ajun Komisaris Besar Kasero Manggolo mengatakan sebelum ditemukan tewas, Erik bertugas di Pos Polisi Kecamatan Labang, Senin, 1 Agustus 2011.

Saat itu Erik melihat ada pelanggar lalu lintas. Dia pun mengejarnya ke arah Kecamatan Burneh. Namun beberapa jam kemudian Erik tak juga kembali ke pos. Sampai akhirnya mayat Erik ditemukan dalam keadaan telanjang di kawasan hutan Gunung Gigir, Kecamatan Blega.

MUSTHOFA BISRI

http://www.tempointeraktif.com/hg/surabaya/2011/08/02/brk,20110802-349669,id.html

Polantas Ditembak Oknum Provost?

Rabu, 3 Agustus 2011
SURABAYA (Suara Karya): Kapolda Jatim Irjen Pol Hadiatmoko menginstruksikan jajarannya untuk mengungkap insiden penembakan yang menewaskan seorang anggota Unit Lalu Lintas Polsek Sukolilo, Bangkalan, Briptu Erik Setyowidodo.

Orang nomor satu di lingkungan kepolisian Jawa Timur itu menunjuk Kaditresum Polda Jatim untuk memburu pelaku pembunuh polisi yang sedang bertugas menilang pelanggar lalu lintas tersebut.

Menurut Kapolda, penunjukan Kaditresum Polda Jatim itu dilakukan semata-mata untuk memudahkan koordinasi pengungkapan kasus terbunuhnya polisi muda yang tewas dengan luka tembak di bagian punggung kiri dan leher kanan itu.

"Kita masih belum tahu siapa pelakunya, tapi terlalu jauh kalau mengaitkan kasus ini dengan terorisme," ujar Kapolda usai pemaparan kasus penembakan polisi tersebut, di Surabaya, Selasa (2/8).

Kronologi kejadian bermula saat korban bertugas di akses Jembatan Suramadu sisi Madura, Senin (1/7). Sekitar pukul 15.30 WIB, korban yang baru berusia 23 tahun itu mengejar seorang pelajar bernama Muhammad Farid yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Korban mengejar Farid ke arah utara menuju Burneh.

Saat sedang menilang Farid di tepi jalan, tiba-tiba datang tiga pelaku yang turun dari sebuah mobil Kijang kapsul berwarna biru tua.

"Saat itu korban dipanggil dua orang berpakaian seragam Polri dengan baret Provost dan seorang lagi berpakaian safari. Saksi M Farid diminta menunggu di Pos Lantas Petapan," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Rachmat Mulyana.

Farid yang mengendarai sepeda motor bernopol M-3440-AV langsung mendatangi Pos Lantas Petapan. Di pos itu, Farid hanya ditemui seorang polisi rekan korban. Polisi yang berada di pos itu mulai curiga setelah korban yang ditunggu hingga lebih dari satu jam tak kunjung tiba. Khawatir terjadi sesuatu, dia kemudian mengajak Farid mendatangi lokasi tempat penilangan.

Di tempat itu, mereka hanya menemukan sepeda motor milik korban. Tak berapa lama kemudian, mereka mendapat laporan adanya temuan mayat di perkebunan pohon jati, Desa Gigir, Kecamatan Blega, Bangkalan. Setelah diidentifikasi, ternyata mayat yang kondisinya hanya mengenakan celana dalam warna biru muda itu adalah Briptu Erik Setyowidodo. Setelah dilakukan pemeriksaan seperlunya, jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk diautopsi.

Berdasarkan hasil autopsi Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Jatim, korban mengalami dua luka tembak di bagian punggung kiri dan leher kanan. Selain itu juga ditemukan satu proyektil peluru yang bersarang di pembuluh darah jantung korban. "Satu proyektil itu hampir mengenai jantung korban," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Rachmat Mulyana.

Erik diduga tewas akibat tembakan dengan peluru kaliber 38. Jenis peluru kaliber itu biasanya digunakan untuk pistol, yaitu revolver atau FN. Walau demikian, Rachmat belum berani menjelaskan tentang jenis proyektil yang bersarang di tubuh Briptu Erik. Ia meminta wartawan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Usai dilakukan autopsi, jenazah anggota Satlantas Polres Bangkalan yang diperbantukan di Polsek Sukolilo itu dibawa ke daerah asalnya di Rejoso, Nganjuk, untuk dimakamkan. Korban meninggalkan seorang istri, Surayayuk, dengan satu anak yang baru berusia empat bulan.

"Kami masih periksa tiga saksi. Kami masih mendalami kasus ini dengan saksi dan bukti yang ada," kata Wakil Kepala Polres Bangkalan Kompol Iwan Surya di sela pemakaman korban di Desa Talun, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Selasa.

Ia tidak ingin menduga-duga memang ada oknum Provost terlibat dalam kasus pembunuhan Erik Setyowidodo. Dia ingin memastikan dulu penyelidikan di lokasi sebelum memutuskan tersangka.

Keluarga almarhum Briptu Erik Setyowidodo meminta polisi mengusut tuntas kasus pembunuhan itu dan menangkap pelakunya. "Kami sudah menyerahkan kasus ini ke polisi. Keluarga berharap pelaku ditemukan," kata adik korban, Rista Sri Subekti (21), di rumahnya, Desa Talun, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Selasa (2/8).

Ia mengaku tidak percaya atas musibah yang menimpa kakak kandungnya itu. Terlebih lagi, selama ini ia tidak melihat kakaknya mempunyai musuh. (Antara/Andira)

http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=284182

Polisi Waspadai Penembak Misterius

BOGOR - Kasus penembakan yang menewaskan anggota Polsek Sukolilo, Bangkalan, Briptu Eriek Setyo Widodo (26), menambah daftar teror yang ditujukan kepada aparat kepolisian. Erick ditembak pria misterius yang menggunakan seragam Provost saat menjalankan tugasnya.

Menyikapi hal tersebut, Polres Bogor dan Bogor Kota langsung meningkatkan kewaspadaan. Kapolres Bogor Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hilman mengimbau jajarannya agar ekstrasiaga dan meningkatkan kewaspadaannya saat menjalankan tugas di lapangan, terutama saat mengatur arus lalulintas. Hal itu dilakukan untuk mencegah aksi brutal yang ditujukan kepada aparat kepolisian.

Hilman menegaskan, selain meningkatkan kewaspadaan anggota lalulintas, reskrim dan satuan kerja (satker) lainnya, kapolres juga meminta anggotanya bertugas sesuai aturan. "Saya juga memerintahkan agar seluruh anggota melaksanakan tugasnya sesuai standar operasional prosedur (SOP). Hal ini dilakukan untuk mencegah sesuatu yang bisa merugikan keselamatan, baik anggota di lapangan maupun masyarakat itu sendiri," jelasnya.

Ia menambahkan, untuk mengawasi jajarannya yang tengah bertugas, pihaknya akan lebih mengingatkan kembali petugas Provost untuk melakukan patroli, dengan memantau jajarannya yang tengah bertugas.

Kapolres Bogor Kota juga telah memerintahkan jajaran reskrim dan lainnya untuk lebih waspada di mako masing-masing. ”Mako harus diwaspadai agar peristiwa di Bangkalan tidak terjadi di sini. Bahkan di Mapolres sendiri, setiap orang yang keluar atau masuk dicek dengan teliti dan harus meninggalkan kartu identitasnya yang diganti dengan kartu kunjungan untuk tamu,” terangnya.

Hal senada dikatakan Kapolres Bogor, Ajun Komisaris besar Polisi (AKBP) Hery Santoso. Ia juga memerintahkan semua anggotanya agar waspada dan mengantisipasi ancaman serangan dari pihak luar yang ingin mengacaukan ketenteraman, dan membahayakan keselamatan masyarakat atau petugas polisi. “Saya berharap anggota saya lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan serta lebih peka lagi terhadap situasi yang sedang terjadi di lapangan. Hal ini penting untuk mengantisipasi kejadian yang bisa mengancam keselamatan pada saat mereka bertugas,” imbuhnya.

Ia menambahkan, untuk mengantisipasi dan mencegah sesuatu hal yang dapat mengancam keselamatan polisi, pihaknya meminta agar anggotanya tidak sendirian saat menjalankan tugas. “Bila keluar menjalankan tugas yang lebih berisiko, saya meminta agar anggota didampingi rekan kerjanya. Jadi, minimal berdua saat bertugas,” terangnya.

Seperti diketahui, Briptu Eriek Setiabudi menjadi korban penculikan dan pembunuhan. Anggota Lantas Polsek Sukolilo Polres Bangkalan ini ditemukan tewas dengan kondisi telanjang menggunakan celana dalam warna biru muda dengan luka memar di dahi dan luka tembak di punggung korban, pada Senin (1/8) sekitar pukul 16:15.

Sebelum ditemukan tewas, Briptu Eriek melaksanakan patroli ke Jalan Petapan. Sekitar pukul 15:30, Eriek sempat menilang Muh Farid, seorang pelajar yang juga warga Larangan Kabupaten Pamekasan yang mengendarai sepeda motor nopol M 3440 AV. Informasi dari Farid, Eriek sempat berbicara dengan dua orang mengenakan seragam Polri dengan tutup kepala baret Provost serta satu orang berpakaian safari yang mengendarai Kijang kapsul warna hitam. (sdk)

Monday, 1 August 2011

Residivis Jambret Ditembak

MAKASSAR, UPEKS— Residivis jambret dan diduga sering membobol rumah, Nasir alias Doni (19) dibekuk Satuan Unit Khusus Polsekta Tamalate, Minggu (31/7) dini hari.
Warga Mallengkeri II, Kecamatan Tamalate itu ditangkap di Gowa.
Dia terkapar setelah sebutir timah panas bersarang dibetis kanannya. Dari tangannya, petugas menyita satu unit laptop merek Acer.
Wakapolsek Tamalate, AKP Salang Palingo mengatakan, tersangka pernah ditahan tiga kali karena terkait pencurian. Bahkan, telah dua kali ditembak karena mencoba kabur dari sergapan polisi.
Saat diinterogasi, dia mengaku telah beraksi lima tahun terakhir. Tercatat memiliki delapan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan barang bukti 5 laptop dan 4 HP.
Dari delapan TKP itu, termasuk dilakukan di Jl Kumala dan Jl Andi Mappaodang.
Hasil kejahatan itu dijual Rp1,5 juta hingga Rp2 juta. Selanjutnya digunakan membeli pakaian serta foya-foya bersama kawannya.
“Pelaku telah ditahan dan dijerat pasal 363 dan 365 KUHP. Ancaman hukuman, 9 tahun penjara. ()

http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=70006&jenis=Metro

Maling Motor, Ayah-Anak Ditembak

Agustinus Handoko | Robert Adhi Kusumaputra | Senin, 1 Agustus 2011 | 12:39 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com — Jajaran Kepolisian Resor Kota Pontianak, Kalimantan Barat, terpaksa menembak seorang ayah dan anaknya yang masuk dalam sindikat pencurian sepeda motor. Mereka dibekuk oleh polisi bersama dua tersangka lainnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Pontianak Komisaris Puji Prayitno, Senin (1/8/2011), mengatakan, keempat tersangka ditangkap pada Sabtu dan Minggu malam.

"Kami menangkap seorang ayah berinisial Par, dan anaknya, DS, keponakan, HS, serta seorang lainnya berinisal Ir. Mereka mengakui telah mencuri sepeda motor di 10 tempat berbeda," kata Puji.

Awalnya, DS dan IR tertangkap polisi di Sengah Temila, Kabupaten Landak, saat hendak menjual sepeda motor curian mereka. Dari pengembangan, polisi berhasil menangkap Par di Jalan Adi Sucipto, Kabupaten Kubu Raya, dan HS di Aran Limbung, Sungai Raya, Kubu Raya.

http://regional.kompas.com/read/2011/08/01/12395227/Maling.Motor.Ayah-Anak.Ditembak.

Madura Geger, Seorang Polisi Tewas Ditembak

Senin, 01/08/2011 22:59 WIB
Bangkalan - Peristiwa pembunuhan menggegerkan terjadi di Madura. Seorang anggota Polres Bangkalan, Briptu Erik S, ditemukan tewas dengan luka tembak di bagian punggung.

Selain luka tembak, jenazah anggota polisi lalu lintas itu ditemukan dalam keadaan telanjang menggunakan celana dalam warna biru muda dengan luka memar di dahi, Pukul 16.15 Wib, Senin (1/8/2011).

Informasi yang diterima detiksurabaya, senjata api korban dilaporkan raib. Sedangkan di sekitar TKP ditemukan seragam polisi atas nama korban dan kaos kaki hitam TNI.

Sebelum ditemukan tewas, korban pada Pukul 15.00 Wib dikabarkan melaksanakan patroli ke Jalan Patapan. Pada Pk 15.30 Wib, korban melakukan menilang seorang pelajar bernama M Farid, yang mengendarai motor Nopol M 3440 AV.

Informasi dari Farid seperti yang diterima detiksurabaya.com, korban juga sempat berbicara dengan 2 oorang yang mengenakan seragam Polri dengan tutup kepala baret Provos dan seorang berpakaian safari yang menumpang kendaraan Toyota Kijang kapsul warna hitam.

Hingga berita ini ditulis Pukul 22.30 Wib, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.

http://us.surabaya.detik.com/read/2011/08/01/225952/1694281/466/madura-geger-seorang-polisi-tewas-ditembak?y990101mainnews