Tuesday, 5 April 2011

Polisi Buru Ketua Komplotan Geng Medan

MINGGU, 03 APRIL 2011 | 21:06 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kepolisian Sektor Serpong masih memburu ketua komplotan Geng Medan yang merampok dan membunuh Charles Leopolo, 70 tahun, di rumahnya di Villa Melati Mas, Serpong, Oktober 2010.

Tersangka yang buron tersebut bernama Barke Sibarani. "Dia masih kami kejar," kata Kepala Polsek Serpong, Komisaris Heribertus Ompusunggu, Sabtu (2/3).

Heribertus menyatakan Geng Medan beranggotakan lima orang yang diketuai Barke. Empat anggota lainnya sudah diringkus dalam keadaan hidup dan mati.

Tersangka Arnold Sihombing, 36 tahun ditembak di betis kanannya karena berusaha melawan dan melarikan diri. Arnold dicokok di tempat persembunyian di wilayah Cikarang, Bekasi, Jumat (18/3).

“Karena tidak mengindahkan tembakan peringatan ke udara agar menyerahkan diri, betis kanan Arnold akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas,“ ujar Heribertus.

Heribertus mengatakan tiga anggota komplotan lainnya sudah ditangkap, salah satunya tewas. Toman Sihombing ditembak mati tim buru sergap Polda Metro Jaya, sedangkan Poltak Situmorang dan Siregar ditahan di Polda Metro Jaya.

"Geng Medan ini dikenal bengis ketika beraksi. Mereka ternyata menjadi buruan dari semua Polsek di Jabodetabek karena daerah operasinya selalu berpindah," kata Heribertus.

Dari rumah Charles, kata Heribertus, Arnold dan kawan-kawan menggasak perhiasan senilai Rp 100 juta.

Arnold mengaku baru dua kali merampok. Dia mengawali aksi kejahatan sebagai penjambret di Pulogadung, Jakarta Timur. Berdasarkan pengakuannya, hasil rampokan itu telah habis untuk hura-hura dan sebagian dikirim untuk keluarga di Medan, Sumatera Utara.

Saat merampok, kata Arnold, dia berperan sebagai pembawa plastik berisi barang rampokan. "Saya tidak menganiaya korban. Saya cuma mau mengambil hartanya," ujar Arnold di tahanan Polsek Serpong.

AYU CIPTA

http://www.tempointeraktif.com/hg/kriminal/2011/04/03/brk,20110403-324788,id.html

Ogah Nyerah, Perampok Didor Polisi di Kampus Unair

Nasional - Senin, 4 April 2011 | 23:31 WIB

INILAH.COM, Surabaya - Sungguh nekat aksi kelompok perampok ini. Tidak mau menyerah meski polisi telah memberi peringatan. Akibatnya satu dari empat pelaku perampokan tewas setelah ditembak petugas unit Reserse Mobil (Resmob) Polrestabes Surabaya di kawasan Kampus C Unair, Surabaya.

Mustofa, 48 tahun, merenggang nyawa setelah timah panas bersang di dadanya. Sementara tiga anggota kawanan perampok antar kota itu kabur melihat temannya ambruk.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Coki Manurung saat berada di kamar mayat RSU Dr. Soetomo Surabaya, Senin (4/4/11) mengatakan, para pelaku dalam menjalankan aksinya tidak sendirian melainkan dengan tiga orang kawannya yang sudah lama mengincar korban Sri Sulistiana, 41 tahun, yang sedang berbelanja di sebuah mal di Surabaya.

“Saat itu ada anggota Resmob disana dan curiga gerak gerik empat orang yang sedang berada diatas kendaraan dan sedang melirik korban. Anggota sudah curiga kalau mereka ini akan melakukan kejahatan,” katanya.

Saat korban lengah, katanya, salah satu pelaku Mustofa, menghampiri korban dan mengeluarkan clurit serta mengancam korban agar menyerahkan tas warga Malang itu.

“Anggota langsung mengeluarkan tembakan peringatan agar pelaku menyerah. Namun, dia tidak menyerah hingga akhirnya anggota menembak dadanya sebanyak dua kali. Sedangkan, tiga orang kawan pelaku langsung kabur ketika melihat kawannya tewas ditembak anggota kami,”terangnya.

Sementara itu, dari catatan kepolisian, warga Dusun Pomahan , Kelurahan Patihan, Kecamatan Widang, Tuban itu merupakan residivis yang sudah sering merampok di beberapa kawasan dianataranya Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo bahkan sampai di Sulawesi Utara.

“Dia juga pernah ditangkap dan ditembak kakinya. Rupanya dia tidak kapok dan melakukan aksinya lagi hingga akhirnya ditembak mati anggota kami,”tandasnya.[iaf]

http://nasional.inilah.com/read/detail/1388082/ogah-nyerah-perampok-didor-polisi-di-kampus-unair

Meski Ditembaki, 3 Pencuri Masih Lolos

Selasa, 5 April 2011 - 16:06 WIB

SERANG (Pos Kota) – Dua tersangka pencuri monitor LCD beko (alat berat, red) milik perusahaan pergudangan di Desa Kareo, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, diringkus polisi, Selasa (5/4) pukul 03:00 WIB. Pelaku yang kini ditahan di Mapolsek Jawilan itu adalah Chandra, 35, warga Palembang, dan Marjuki, 30, warga Bangka Belitung. Tiga rekannya melarikan diri, yakni Aris dan Alay alias Yanto, keduanya warga Rangkasbitung, dan Boncong warga Bangka Belitung.

Kapolsek Jawilan, AKP Edi Irianto membenarkan penangkapan tersebut. Katanya, terungkapnya pencurian itu saat anggotanya sedang patroli malam. Petugas melihat mobil Xenia nopol A 1855 PA diparkir tak jauh dari lokasi pabrik itu. Petugas curiga karena tak lazim dini hari ada mobil di sana.

“Anggota kemudian melakukan introgasi terhadap sopir mobil itu yang diketahui bernama Chandra. Ternyata Chandra sedang menunggu rekannya yang sedang mencuri monitor kendaraan beko,” ujar Kapolsek.

Setelah agak lama menunggu, Marjuki datang membawa monitor beko hasil curian. Ketika masuk mobil, Marjuki terkejut karena di sudah ada polisi. Sementara tiga pelaku lainnya diduga mengetahui keberadaan polisi dalam mobil langsung melarikan diri.

“Saat berusaha menangkap, petugas sempat membuang beberepa tembakan namun tidak digubris. Tembakan sempat diarahkan ke tubuh namun tak mengenai sasaran. Akhirnya tiga pelaku itu berhasil kabur,” ujar Kapolsek didampingi Kanit Reskrim, Ipda Khusnul Qomar.

Dikatakan, saat ini pihaknya mengamankan barang bukti berupa monitor beko yang diperkirakan harganya Rp 30 jutaan, dan mobil Xenia yang digunakan untuk beraksi.(haryono/B)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/04/05/meski-ditembaki-3-pencuri-masih-lolos

Perampok Nasabah Bank Tewas Ditembak

indosiar.com, Surabaya - Aparat Reskrim Polrestabes Surabaya Senin siang menembak mati Mustafa, seorang perampok spesialis nasabah bank. Mustafa ditembak mati karena melawan saat akan ditangkap. Mustafa adalah residivis Polresta Tuban dan ia dilumpuhkan ketika akan beraksi dikawasan Jalan Darma Husada Surabaya. Pelaku merupakan spesialis rampok nasabah bank yang sudah beroperasi puluhan kali di Surabaya dan berbagai tempat didaerah seperti Jombang, Sidoarjo, Mojokerto dan Gresik.

Dari kejadian ini polisi menyita barang bukti tas milik korban perampokan dan sebilah clurit milik Mustafa. Saat ini polisi masih mengejar tiga rekan tersangka yang identitasnya sudah diketahui. Jenazah Mustafa langsung dibawa ke kamar mayat RSU dr Soetomo Surabaya untuk diotopsi. (Didiek Wahyudi/Sup)

http://www.indosiar.com/patroli/90136/perampok-nasabah-bank-tewas-ditembak

Saturday, 2 April 2011

Dua Perampok Ditembak di Cikarang

Sabtu, 2 April 2011
TANGERANG
- Petugas Polsek Metro Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, menembak dua dari lima kawanan perampok kelompok Medan. Toman Sihombing (36), tewas ditembak petugas Polda Metro Jaya.

Sedang Arnol Sihombing (36), ditembak pada betis kanannya karena hendak kabur saat ditangkap petugas Polsek Serpong. Kapolsek Serpong Kompol Heribertus Ompusunggu mengatakan, dari tangan Toman Sihombing, petugas berhasil menyita satu pucuk senjata api jenis FN yang biasa digunakan untuk merampok.

Sedang tersangka Arnol Sihombing, saat ini diamankan di Polsek Serpong. "Mereka merupakan perampok kelompok Medan yang biasa beroperasi di Jabodetabek. Mereka spesialis perampokan rumah," ujarnya kepada okezone di Mapolsek Serpong, Sabtu (2/4/2011).

Heribertus menambahkan, dua perampok kelompok Medan lainnya, yakni Poltak Situmorang dan Siregar, diamankan di Polda Metro Jaya. Sedang Barke Sibarani, gembong perampok kelompok Medan hingga kini masih buron dan pengejaran Polisi.

"Pada Kamis 10 Februari 2011, kawanan ini merampok rumah Charles Leopold Siwi (71), pensiunan Pertamina di Perum Villa Melati Mas Blok SR-29 No 42 Rt 05/01, Jelupang, Kecamatan Serpong Utara," terangnya.

Saat merampok, kawanan ini kerap membawa senjata tajam dan senjata api untuk menaklukkan korbannya. Kelompok ini juga terkenas sadis dan tidak segan-segan melukai mangsanya. Seperti saat merampok rumah Charles Leopold Siwi.

Korban beserta keluarganya, yakni Kristian (26), Nona D Takapente (60) adik istri korban, Allesy (9) dan Petricella (14) disekap dan diikat dengan menggunakan tali plastik dengan tangan dibelakang. Akibat aksi itu, Charles Leopold Siwi tewas karena kekurangan oxigen.

"Dari rumah korban, pelaku berhasil membawa kabur empat kalung emas, cincin emas, logam mulia, laptop dan ponsel. Diperkirakan, total kerugian korban mencapai Rp100 juta lebih," jelasnya.

Dari hasil rampokan itu, masing-masing tersangka mendapat bagian Rp20 juta per orang. Uang hasil rampokan, digunakan untuk bersenang-senang dan sebagian diberikan kepada sanak keluarga.

Dua pekan setelah kejadian, petugas mendapat informasi emas dijual di daerah Cikarang, Bekasi. Dari informasi inilah, kawanan perampok ini berhasil ditangkap. "Penangkapan dilakukan di Cikarang, pada Jumat, 18 Maret 2011. Saat dilakukan penangkapan, pelaku sempat kabur. Lalu ditembak, pada betis kanannya," ungkap Heribertus.

Sebelum menjadi perampok, Arnol Sihombing mengaku bekerja sebagai pencopet. Pria bertato di lengan kanan ini mengaku bertemu Barke Sibarani saat di penjara. Sejak saat itulah, dia ikut dengan Karke merampok.
(ful)

http://news.okezone.com/read/2011/04/02/338/441699/dua-perampok-ditembak-di-cikarang

Sikat 41 Motor, 2 Gembong Maling Ditembak

Jumat, 1 April 2011

SAMARINDA. Bebas melenggang setelah puluhan kali beraksi, 2 gembong maling motor yang selama ini jadi buruan utama polisi, berhasil diringkus. Bahkan karena melawan dan berusaha kabur ketika diminta menunjukkan barang bukti, Sabri (22) dan Iqbal alias Aibra (23), ditembak anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Samarinda.
Sabri dan Aibra pun terpaksa harus berjalan dengan dibantu tongkat penyangga. Timah panas yang bersarang di kaki Sabri dan Aibra itu seakan menjadi karma bagi keduanya.
Sejak pertengahan 2010 lalu, Aibra dan Sabri tercatat sudah 41 kali mencuri motor. Semuanya berhasil diamankan petugas dan disita sebagai barang bukti.
Puluhan lembar Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) dan plat nomor serta beberapa kunci model T, turut diamankan.
Informasi yang dihimpun Sapos, Aibra dan Sabri diringkus Selasa (29/3) pagi lalu. Tapi untuk keperluan penyelidikan penangkapan keduanya baru dibeber, Kamis (31/3) sore kemarin.
Petugas juga menangkap penadahnya. Mereka adalah Eko Wahono (32), warga Jl Wiraswasta, Gang H Usman II, Samarinda Ulu dan Arafah (38), warga Jl Kapitan Toko Lima, Muara Badak.
Aibra dan Sabri selalu memasarkan motor curian ke Muara Badak. Alasannya, di sana mudah dipasarkan. Tiap unit motor biasa dijual dengan harga bervariasi, tergantung kondisinya.
Bila masih "mulus" motor dijual ke penadah berkisar antara Rp1,5 juta hingga 2 juta. Sedangkan penadah memasarkan kepada pembeli sekitar Rp2,5 juta sampai Rp3 juta.
Penangkapan Sabri dan Aibra berawal dari penyelidikan petugas, yang selama ini mengantongi ciri keduanya sebagai pencuri motor. "Dari beberapa kali kasus curanmor, saksi menyebut ciri sesuai yang ada di kedua pelaku (Sabri dan Aibra, Red)," kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol M Arkan Hamzah, melalui Kasat Reskrim Kompol Arif Budiman SIK.
Petugas lalu melacak keberadaan Sabri dan Aibra. Jejak mereka terendus petugas ketika keduanya check in di Hotel Rahmat Abadi, Jl Gatot Subroto II, Sungai Pinang.
Tidak ingin kehilangan buruan, petugas terus memantau pergerakan Sabri dan Aibra. Butuh waktu kurang lebih seminggu buat petugas untuk memantau. Sampai akhirnya petugas mendapat laporan kalau seorang tamu hotel ada yang kehilangan motor.
Yakin Aibra dan Sabri pelakunya, petugas pun langsung meringkus keduanya yang masih ada di hotel. Awalnya keduanya mengelak dituding sebagai maling motor, terlebih motor yang dicuri tidak ada pada mereka.
Aibra dan Sabri lalu digelandang ke Mapolresta Samarinda untuk menjalani pemeriksaan. Di kantor polisi, keduanya mengakui jadi maling motor. "Saat kami interogasi, keduanya mengaku motor sudah dijual ke Muara Badak," imbuh Arif.
Yang mengejutkan, Aibra dan Sabri mengaku sudah kerap beraksi. "Dengan petunjuk keduanya, kami pun menuju Muara Badak mencari motor yang telah dijual. Tapi di tengah jalan keduanya kompak mencoba kabur. Tidak ingin mengambil risiko, terpaksa kami lumpuhkan dengan tembakan," jelas Arif.
Bukan hanya mendapatkan motor hasil curian. Dengan petunjuk Aibra petugas meringkus dua penadah motor hasil kejahatan mereka, Eko dan Arafah.
Sejauh ini petugas masih berupaya mengembangkan penyelidikan, untuk menelusuri kemungkinan ada pelaku lain yang terkait sindikat curanmor Sabri dan Aibra.
"Sementara soal keberadaan puluhan lembar STNK yang ikut disita juga masih kami selidiki. Apakah memang ada di jok motor saat motor dicuri atau kedua pelaku mendapatkannya dengan cara lain," pungkas Arif mengakhiri. (rin)

http://www.sapos.co.id/index.php/berita/detail/Rubrik/9/15869

Dua Perampok di Rumah Mewah Ditembak

Sabtu, 2 April 2011 - 6:50 WIB

JAKARTA (Pos Kota )- Subdit I Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya membekuk tiga tersangka perampok di rumah-rumah mewah di Jakarta. Dua ditembak polisi karena melawan petugas.

Tiga tersangka yakni OMS, 38 , DS, 33 , dan PS, 38 . Ketiganya dibekuk di kawasan Jakarta pada Kamis (31/3) sore.

“Pelaku berkomplot melakukan pencurian dengan kekerasan dengan cara masuk secara paksa ke rumah-rumah mewah di kawasan Jakarta,” kata Kasubdit I Umum Polda Metro Jaya AKBP Nico Afinta, seperti dikutip dari Humas Polda Metro.

Petugas terpaksa melumpuhkan dengan timah panas tersangka DS dan PS karena melawan ketika ditangkap. Tembakan petugas mengenai tangan kirinya dan kini dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Nico mengatakan, sasaran aksi perampok adalah rumah-rumah mewah. Sebelum beraksi, pelaku mengamati rumah yang menjadi sasaran.”Mereka berkeliling mengamati rumah sasaran dengan menggunakan mobil.Setelah mendapat target, tersangka kemudian masuk ke rumah mewah dan mengancam penghuni rumah. Para pelaku kemudian mengikat tangan korban serta melakban mulut korban. Setelah korban tidak berdaya, pelaku kemudian menguras harta korban,” jelas Nico.

Dari tersangka, polisi menyita barang bukti berupa senjata gas jenis walther, tali sepatu, perhiasan, jam tangan, tas komputer jinjing, ponsel dan sejumlah uang.

Tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman di atas 5 tahun penjara. (binsar)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/04/02/dua-perampok-di-rumah-mewah-ditembak