Wednesday, 9 March 2011

Ditembak, Anggota Komplotan Curanmor Pincang

9 Maret 2011

BEKASI (Pos kota) – Seorang anggota komplotan pelaku curanmor roboh ditembak petugas Polsek Bekasi Timur di bilangan Pengasinan, Bekasi Timur, Rabu(10/3) dinihari.

Tersangka He,32, yang memang sudah menjadi DPO polisi ini terpincang-pincang jalannya, setelah paha kirinya ditembus timah panas petugas. Tersangka kemudian dilarikan ke RS Polri Kramatjati.

Menurut keterangan, dibekuknya tersangka He ini sekitar pukul 01. Petugas Polsek Bekasi Timur yang memang sudah mengintai gerak-gerik lelaki yang menjadi daftar pencarian orang ini muncul di wilayah Pengasinan.

Petugas yang tak mau kehilangan jejak lelaki ini lantas melepaskan tembakan ke arah kakinya karena tersangka berusaha kabur saat disergap.

Kanitserse Polsek Bekasi Timur Ipda Untung yang dihubungi Pos Kota membenarkan penangkapan itu.”Tersangka terlibat kasus ranmor,” papar Ipda Untung.(yanto/dms

http://www.poskota.co.id/kriminal/2011/03/09/ditembak-anggota-komplotan-curanmor-pincang

Tuesday, 8 March 2011

Kejar-kejaran, Satu Penjahat Ditembak Polisi Lamongan

08 Maret 2011, 10:21:28| Laporan Eddy Prastyo

suarasurabaya.net
| Satu dari empat anggota komplotan pencuri dashboard truk yang ditangkap setelah kejar-kejaran dengan polisi terpaksa ditembak kakinya karena mencoba melarikan diri. Mobil Toyota Avanza yang mereka tumpangi untuk kabur sudah dicegat di kawasan Stasiun Lamongan oleh anggota Polres Lamongan.

AKBP GAGAS NUGRAHA Kapolres Lamongan saat dihubungi Suara Surabaya, Selasa (08/03) mengatakan mobil yang ditumpangi 4 pelaku itu melaju sangat kencang menghindari kejaran polisi. Saking kencang dan panik, kendaraan itu nyaris menabrak pengendara lainnya.

Namun mobil para penjahat ini tidak bisa berkutik setelah dilakukan blokade jalan yang rapat di sekitar Stasiun Lamongan. Mobil para penjahat ini pun berhenti, namun diantara penjahat ada yang nekad kabur. “Kami terpaksa melumpuhkannya, kita tembak kakinya,” kata mantan Kapolres KP3 Tanjung Perak ini menjelaskan.

Di dalam mobil yang ditumpangi para penjahat ini, polisi menemukan sejumlah barang bukti hasil kejahatan, diantaranya ada baut dan dashboard yang baru mereka bongkar dari truk di Desa Nginjen, Deket, Lamongan.

Kapolres Lamongan menduga komplotan ini adalah spesialis pencuri onderdil mobil. Dalam melakukan aksinya, para pencuri ini kerap menutup nopol mobilnya agar tidak terlacak.

Para pelaku pencurian onderdil mobil yang ditangkap Polres Lamongan ini adalah SAIFUL warga Desa Karanganyar, Kecamatan Omben, Sampang; HASYIM warga Kecamatan Wonorejo, Pasuruan; SAMAN warga Kecamatan Omben, Sampang; dan RUSDI juga warga Kecamatan Omben, Pasuruan. Mereka berempat kini tengah diperiksa di Mapolres Lamongan.(edy)

http://kelanakota.suarasurabaya.net/?id=5550ba128d8226c1d9970c0cfeee7475201189800

Menantang Petugas Pakai Sabit, Gimin Tewas ‘di-Dor!’

SEMARANG ( Pos Kota ) – Menyerang petugas menggunakan sabit , seorang residivis tewas ditembak tim Resmob Polres Wonogiri , Selasa (8/3), Gimin bin Sura Nidi, 39, residivis yang selama ini diburu polisi karena terlibat serentetan tindak kejahatan ditembak mati karena melawan saat disergap petugas .

Dalam catatan polisi residivis yang dikenal licin saat akan ditangkap terlibat sejumlah kejahatan pencurian dengan pemberatan (curat ) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor ).

Menurut keterangan , tersangka disergap petugas di kawasan Dusun Ngasemlegi, Desa Pondoksari , Kecamatan Nguntoronadi , Kabupaten Wonogiri .

Saat disergap, Gimin nekad merampas sabit tajam milik seorang petani setempat . Dengan sabit rampasan Gimin menyerang petugas yang menyergapnya .

Tembakan peringatan dilepas petugas sambil memerintahkan buronan tersebut menyerah . Tetapi Gimin justru semakin kesetanan menyerang petugas .

Tak ada pilihan bagi petugas yang terancam nyawanya, tiga peluru membuat residivis ini roboh tak berkutik dengan luka tembak di bagian pinggangnya.

Kapolres Wonogiri AKBP Nanang Avianto didampingi Kasat Reskrim AKP Sugiyo, menyatakan, mayat Gimin Selasa sore (8/3), dikirim ke Solo untuk dioutopsi.

Dari tangan Gimin, polisi menyita barang bukti sebuah sabit. Korban tewas ini, dikenali sebagai warga asal Dusun Niru RT 2/RW 14 Desa Ngadirojokidul Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.

Menurut Kapolres, awalnya polisi menerima informasi bahwa buronan Gimin terlihat muncul di Desa Ngadiroyo Kecamatan Nguntoronadi, yang mau pergi mancing di tepi perairan sisi timur Waduk Gajahmungkur Wonogiri.

Segera tim Resmob Polres Wonogiri pimpinan Iptu Sukadi, meluncur ke lokasi untuk melakukan penangkapan.

Tapi ketika melihat ada petugas datang, Gimin berusaha kabur. Bahkan tim resmob sempat kehilangan jejaknya, karena dia masuk ke alur sungai . Baru selang sesaat kemudian, dia muncul lagi tapi telah membawa sabit yang direbutnya dari petani setempat yang tengah mencari rumput pakan ternak.

Saat itu, dia tidak lagi memakai baju dan mengacung-acungkan sabitnya ketika mengetahui dikejar petugas. Kejar-kejaran dengan petugas ini, berlangsung dalam jarak sekitar 2 Km di medan tegalan dan hutan penuh semak belukar.

Beberapakali dilakukan tembakan peringatan dan seruan agar menyerah, tapi yang bersangkutan tidak menggubrisnya. Sampai akhirnya, tambah Kasat Reskrim AKP Sugiyo, petugas membidik ke arah pinggangnya dan membuat Gimin jatuh tersungkur sampai akhirnya tewas. ( Suatmadji/dms ) .

http://www.poskota.co.id/kriminal/2011/03/08/menantang-petughas-pakai-sabit-gimin-tewas-di-dor

Sunday, 6 March 2011

Kamis, 03 Maret 2011

SUMEDANG,(GM)-

Dua dari lima tersangka spesialis pencuri baterai tower telepon seluler, tewas ditembak polisi usai beraksi di wilayah Dusun Cidomas, Desa Jayamekar, Kec. Cibugel, Kab. Sumedang, Rabu (2/3) sekitar pukul 03.30 WIB.

Dua tersangka yang ditembak anggota Polsek Limbangan Kab. Garut tersebut adalah Ma, warga Rancaekek, Kab. Bandung, dan Ag, warga Kec. Parung, Kab. Bogor. Tersangka yang menderita luka tembak di kepala dan bahu tersebut akhirnya tewas saat dilarikan ke Puskesmas Limbangan.

Sedangkan tiga tersangka lainnya berhasil ditangkap petugas. Mereka adalah So (39), warga Cangkuang, Rancaekek, Kab. Bandung, Ak (39), warga Cigudeg, Bogor, dan Wid Set (32), warga Cimahi Utara, Kota Cimahi.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun "GM", sebelum penangkapan dilakukan, para tersangka kepergok warga setempat saat sedang melakukan aksinya. Selanjutnya, anggota Polsek Cibugel yang menerima laporan, langsung mengepung lokasi pencurian.

Mengetahui sudah dikepung petugas dan puluhan warga, tersangka berusaha kabur menggunakan mobil ke arah Selaawi, Limbangan, Garut. Takut buruannya lolos, petugas Polsek Cibugel lalu berkoordinasi dengan Polsek Selaawi dan Limbangan.

Akhirnya mobil Luxio nopol D 1789 TQ yang digunakan tersangka, berhasil dihadang di jembatan Kp. Asem, Desa Dunguswiru, Limbangan. Meski posisinya sudah terkepung, dua dari lima tersangka (yang ditembak, red), kabur dan loncat ke sungai.

Padahal sebelumnya, petugas sudah memberi tembakan peringatan. "Saat itu petugas mencoba menghentikan tersangka dengan membidikkan peluru ke kakinya. Tapi sayang meleset," kata Kapolsek Limbangan, Kompol Sulasno.

Selain mengamankan tersangka, polisi berhasil menyita 15 baterai tower telepon seluler seharga Rp 150 juta dan satu unit mobil. Kepada polisi, tersangka mengaku sudah berkali-kali mencuri baterai tower telepon seluler di sejumlah tempat. Seperti di Lembang Kab. Bandung Barat, Cimahi, dan Sumedang.

Baterai atau aki hasil curian ini mereka jual kepada seorang penadah di Bogor dengan harga Rp 10 juta per unit. Dari hasil penjualan ini, mereka mendapat upah Rp 400.000 per orang. "Tetapi, kalau pencurian itu tidak berhasil, saya hanya mendapat upah Rp 100.000," kata Wid Set yang mengaku baru pertama kali ikut mencuri. (B.108)**

http://www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20110303045209&idkolom=beritautama

Dua Perampok asal Demak Ditembak

06 Maret 2011

Semarang, CyberNews. Dua dari empat kawanan perampok asal Demak ditembak tim Resmob Polrestabes Semarang, Minggu (6/3). Polisi terpaksa melakukan tindakan tegas lantaran keduanya berusaha melarikan diri saat dilakukan penggerebekan di tempat tinggal mereka.

Dua orang yang ditangkap adalah Sunoko (35) dan Sumardi alias Kenteng (35) keduanya warga RW 5, Desa Pilangrejo, Wonosalam, Demak, ditembak di bagian kaki.

Sementara Purnomo alias Kampret (38) warga Desa Cangkring RT 6 RW 2, Katonsari, Demak, dan seorang penadah barang-barang curian kawanan ini, Solikin (42) warga Gang Merak RT 5 RW 1, Cabean Demak, tak berkutik ketika tim yang dipimpin Kanit Resmob AKP Aris Suwarno dan Aiptu Janadi menyambangi rumah mereka.

Polisi sudah lama mengincar kawanan ini. Sebab aksi perampok yang diketuai oleh Sunoko ini berkali ulang melakukan aksinya. Tidak hanya di Jawa Tengah, tapi pernah di wilayah Sumatera. Di Jawa Tengah mereka pernah merampok di Semarang, Pati, Tegal, Pemalang, dan Kudus.

"Dua pelaku yang lain saat ini sedang kami kejar. Identitas mereka sudah kami kantongi, yakni Win dan Tg. Mereka tinggal satu kampung juga dengan tersangka yang lain. Kami masih mengembangkan penyelidikan," kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Augustinus B Pangaribuan SIK Msi.

Sasaran kawanan ini adalah rumah mewah. Mereka saling berbagi peran. Ada yang survey lokasi, eksekutor, dan menjual barang-barang hasil rampokan. Modus yang kerap dipakai yakni masuk ke rumah yang terlihat sepi penghuni. Mereka mencongkel pintu
dengan obeng. Mobilitas mereka cukup tinggi. Bahkan pernah beberapa kali beraksi di siang hari.

"Mereka juga kadang berpura-pura sebagai petugas pengantar paket barang. Jika ternyata ada penghuninya, tersangka mengaku sebagai pengantar barang. Saat penghuni atau pembantu lengah, mereka langsung masuk rumah dan menyekap," kata Kasat Reskrim.

Pistol Mainan

Untuk menakut-nakuti korbannya, Sunoko cs membawa senjata tajam dan pistol mainan. Seperti saat beraksi di rumah karyawan Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah DPPAD Jateng, Wisnu Suryo (48), Perumahan Rumpun Diponegoro II, Tembalang, Semarang, pada Oktober 2010 lalu.

Mereka menyekap, mengikat dan menutup mulut pembantu korban dengan lakban. Pembantu tersebut diancam akan dibunuh jika berteriak dan melawan. Setelah berhasil dilumpuhkan, tersangka membawa kabur dua buah ponsel, dua televisi LCD, dan uang tunai Rp 2 juta.

Ketika beraksi di rumah Wisnu, Purnomo lah yang bertindak sebagai cucuk lampah. Dia mengenal korban, sebab Agus adalah pimpinannya semasa berdinas di Samsat Demak. Sementara Purnomo adalah petugas Satpam di kantor tersebut. Purnomo juga yang mensurvey lokasi dan memberitahukan ke tersangka lain kapan harus beraksi.

"Saya butuh waktu tiga hari untuk melakukan survey dan mengamati suasana rumah Pak Wisnu. Saya tahu kalau siang hari di rumah itu hanya ada pembantu. Makanya kami memilih waktu siang hari. Saat beraksi di sana, saya tidak ikut masuk ke dalam," kata Purnomo.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti TV LCD 32 inch dan sebuah ponsel. Barang-barang hasil rampasan lain sudah habis dijual. Uangnya dibagi dan digunakan untuk foya-foya. Jika uang sudah habis, mereka kembali mencari sasaran.

( Fahmi Z Mardizansyah / CN26 / JBSM )

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/03/06/79545/Dua-Perampok-asal-Demak-Ditembak

Pencuri Mobil Ditembak Mati

JAKARTA--MICOM: Anggota Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Metropolitan (Polsektro) Pesanggrahan, Jakarta Selatan, menembak mati salah satu sindikat pencurian kendaraan bermotor roda empat bernama Wawing Rakasiwi, Selasa (22/2) pagi.

"Pelaku berusaha melawan petugas dengan mengeluarkan senjata api saat akan ditangkap," kata Kepala Polsektro Pesanggrahan Komisaris Iryanto di Jakarta, Selasa.

Selain menembak mati Wawing, petugas juga melumpuhkan dua pelaku lainnya, yakni Mujahidin dan Warma. Tersangka Nurbaya menyerahkan diri di Jalan Palem, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Para sindikat spesialis pencurian kendaraan roda empat itu merupakan target operasi petugas kepolisian lantaran memergoki pelaku asal Indramayu, Jawa Barat, beraksi membawa kabur mobil pada 25 Oktober 2010. Iryanto menjelaskan awalnya petugas mendapat petunjuk dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik salah satu pelaku pencurian saat beraksi pada 25 Oktober 2010.

KTP milik Mujahidin ditemukan di dalam mobil yang digunakan tersangka untuk melakukan aksi pencurian. Para tersangka meninggalkan kendaraan saat beraksi pada 25 Oktober
2010 karena kepergok petugas patroli di Jalan Palem V, namun membawa kabur mobil hasil pencurian.

Usai kejadian itu, anggota Polsektro Pesanggrahan selalu memonitor kegiatan sindikat tersebut dan mendapatkan informasi para penjahat itu akan melakukan aksi yang sama pada Selasa. Petugas menemukan sindikat itu beraksi di sekitar Jalan Palem VIII, kemudian anggota menghentikan laju kendaraan pelaku.

Saat itu, salah satu pelaku, Wawing keluar dari mobil dan mengeluarkan senjata api jenis FN yang belakangan diketahui ternyata senjata mainan. Petugas sempat mengeluarkan tembakan peringatan, namun Wawing tetap mengacungkan senjata dan berusaha melarikan. Akhirnya, polisi menembak para pelaku karena sindikat lainnya juga melarikan diri.

Usai menangkap pelaku, petugas menyita peralatan pencurian, seperti obeng, senter, kunci T, dan bor listrik. Polisi masih memburu dua pelaku lainnya yang kabur, namun sudah dikantongi identitasnya. (Ant/OL-5)

http://www.mediaindonesia.com/read/2011/02/23/205327/7/5/Pencuri-Mobil-Ditembak-Mati

Dua Pencuri Mati Ditembak

BANDUNG (Pos Kota) – Anggota Polsek Limbangan Kabupaten Garut, menembak mati dua tersangka perampok baterai tower seluler di Kampung Asem Limbangan, Rabu subuh. Ulis,45, asal Rancaekek Kabupaten Bandung, dan Agus,40, asal Parung Bogor ditembak ketika sedang beraksi. Tiga tersangka lainnya menyerahkan diri setelah menyaksikan kedua temannya tewas didor. Mayat kedua maling itu dievakuasi ke kamar jenazah RSUD DR Slamet Garut.

Kapolsek Limbangan, Kompol Sulasno mengatakan, kedua korban ditembak mati lantaran melawan petugas kemudian kabur. Untuk melumpuhkannya, petugas memberondong tembakan hingga tewas seketika di TKP Rabu pukul 03.30.

Berdasar hasil penyelidikan, kata kapolsek, kedua garong berkomplot dengan tiga tersangka lainnya beberapa hari lalu mencuri di Kampung Cidomas, Desa Mekaong, Sumedang. ” Komplotan ini beranggotakan lima orang dan spesialis pencuri baterai tower seluler,”.

Dia menuturkan, Selasa malam, ada informasi kelima tersangka beraksi di daerah Ciasem, Limbangan Kabupaten Garut. Polsek Limbangan koordinasi dengan Polsek Cubugel, Kabupate Sumedang untuk memburu mereka. Setelah dilakukan pengintaian, kelima tersangka berhasil disergap di Kampung Ciasem ketika sedang mencuri barang itu. ” Tim bergerak kemudian melakukan penyergapan. Dua tersangka mencoba kabur kemudian terpaksa ditembak mati. Sedang tiga tersangka lainnya menyerahkan diri,”.(dono/B)