Sunday, 3 October 2010

Enam Kawanan Perampok Medan Diringkus

Sabtu, 2 Oktober 2010 | 22:47 WIB
MEDAN, KOMPAS.com
- Jumlah kawanan perampok bersenjata api yang berhasil diringkus pihak kepolisian di kawasan perbukitan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara sebanyak enam orang, empat di antaranya tewas ditembak.

Keterangan yang didapatkan di Mako Satuan Brimob Polda Sumut di Medan, Sabtu (2/10/2010) malam, keempat pelaku yang tewas itu diidentifikasi bernama Taufik Hidayat, warga Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Zulkarnain, warga Belawan serta Dedi dan Fauzi alias Ozi yang belum diketahui asalnya.

Dua kawanan perampok lain yang diidentifikasi bernama Robi alias Robin dan Awar Dedi mengalami luka-luka.

Robi alias Robin dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumut untuk menjalani perawatan intensif, sedangkan keberadaan Azwar Dedi masih belum diketahui.

Dalam penyergapan di kawasan perbukitan tersebut, satu personel Satu Brimob Polda Sumut Bripka Darwin Sugeng yang merupakan personel Detasemen B yang bermarkas di Kota tebing Tinggi mengalami luka tembak.

Personel Satuan Brimob Polda Sumut itu telah dibawa ke RS Tebing Tinggi untuk mendapatkan perawatan secara intensif.

Dalam penyergapan di Desa Dolok Sagala Kecamatan Dolok Masihul tersebut, pihak kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti seperti satu pucuk AK 47, dua pucuk M16, dua pucuk pistol jenis FN, 700 butir amunisi dan empat magasin.

Pantauan di RS Bhayangkara Polda Sumut, empat jenazah kawanan perampok itu tiba di tempat tersebut pukul 17.05 WIB dengan mobil ambulan milik RS Grand Medistra dengan nomor polisi BK 1907 MR.

Mayat empat kawanan perampok itu dimasukkan dalam dua kantong jenazah berwarna oranye yang setiap kantongnya berisi dua mayat.

Sedangkan kawanan perampok yang diduga bernama Robi alias Robin yang mengalami luka tembak tiba pukul 17.30 WIB dengan mobil ambulan milik Bidang Dokkes Polda Sumut dengan nomor polisi 1913-II.

Namun hingga berita ini dibuat, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.

http://regional.kompas.com/read/2010/10/02/22473681/Enam.Kawanan.Perampok.Medan.Diringkus

Inilah Senjata Perampok Serdang Begadai

Sabtu, 2 Oktober 2010 | 22:26 WIB
remigius septian
Kadiv Humas Polri, Irjen Iskandar Hasan dan wakilnya, Brigjen Ketut Untung Yoga Ana
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Markas Besar Polri menyatakan telah mengamankan barang bukti senjata yang dipakai para perampok di Dusun Sarang Puan, Desa Dolok Sagala, Dolok Masihul, Serdang Bedagai. Senjata yang digunakan para perampok ini aneka merek.

"Polisi berhasil mengamankan senjata yang digunakan para perampok. Yaitu, satu senjata api AK 56 dan 4 Magasen, peluru M 16 sebanyak 77 butir, peluru AK 47 sebanyak 394 butir, peluru call 7,62 sebanyak 182 butir, peluru call 7,2 (RPD) sebanyak 18 butir. Satu M16 milik anggota yang ditembak di CIMB, dan satu senjata api jenis FN rakitan," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Iskandar Hasan lewat pesan singkat kepada Kompas.com, Sabtu (2/10/2010).

Menurut Iskandar, semua barang bukti senjata ditambah barang bukti enam unit sepeda motor telah diamankan di Markas Polda Medan. Sementara, empat tersangka yang tertembak mati dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Dikatakan Iskandar, polisi akan terus memburu sekitar sembilan tersangka perampok lainnya yang masih dalam persembunyian.

Seperti diberitakan sebelumnya, aparat kepolisian di daerah Sumatera Utara terlibat baku tembak dengan kelompok perampok bersenjata yang telah mereka buru sejak kemarin. Dalam baku tembak, empat tersangka komplotan ditembak mati.

http://megapolitan.kompas.com/read/2010/10/02/22264389/Inilah.Senjata.Perampok.Serdang.Begadai

Parade Foto Empat Teroris Terkapar di Kebun Sawit

Laporan Wartawan Tribun Medan, Dedy Sinuhaji

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN -
Empat anggota komplotan bersenjata api laras panjang ditembak mati di Dusun III Sarang Puah, Dolok Masihol, Serdang Bedagai, Sumut, Sabtu (2/10) siang. Keempatnya adalah Taufik Hidayat, Zulkarnaen, Fauzi Syahputra alias Ozi, dan satu orang tanpa identitas.

Sementara korban yang berhasil ditangkap hidup-hidup ada dua orang, yaitu Robi alias Robin Simanjuntak, warga Tanjung Morawa, Deli Serdang, dan Abdul Gani Siregar (30). Robin Simanjuntak berhasil ditangkap setelah ditembak dua kali di bagian paha kanan bagian belakang. Sedangkan Abdul ditangkap sekitar pukul 18.30 WIB, setelah tergolek lemas di sebuah rumah kosong. Diperkirakan Abdul dalam kondisi dehidrasi dan kelaparan.

Para pelaku yang tewas saat ini sudah berada di RS Bhayangkara Medan. Sedangkan Gani yang ditangkap belakangan, baru tiba di RS Bhayangkara sekitar pukul 21.35 WIB.

Informasi yang dihimpun Tribun, salah satu korban tewas, Taufik Hidayat, adalah pemimpin lapangan saat komplotan ini melakukan aksi perampokan di Bank CIMB Niaga Medan. Taufik adalah perampok yang menembak (alm) Briptu Immanuel Simanjuntak hingga tewas dan merampas senjata M-16 milik anggota Brimob itu. Komplotan ini juga diduga kuat terlibat aksi penyerangan Mapolsek Hamparan Perak, Deli Serdang.

Pria yang lahir di Marelan, 3 Desember 1984, ini merupakan salah satu orang kepercayaan Musthofa alias Abu Tholut, sang pemimpin jaringan teroris di Aceh, Sumut, dan Lampung. Dia berdomisili di Lingkungan II Kelurahan Sei Mati, Medan Labuhan.(*)

http://www.tribunnews.com/2010/10/03/parade-foto-empat-teroris-terkapar-di-kebun-sawit

Ada Pelanggaran HAM Dalam Penangkapan Teroris

Nahyudi
03/10/2010 23:41
Lipuatn6.com, Depok: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar mengatakan penangkapan para teroris belakangan ini terindikasi adanya pelanggaran HAM. Pasalnya Polri cenderung lebih banyak mengambil tindakan tegas dengan cara menembak mati para teroris.

Menurut Patrialis seharusnya Polri tak mengambil langkah itu mengingat pentingnya informasi dari para teroris yang ditangkap berkaitan jaringannya di Tanah Air. Seharusnya terduga teroris yang tidak melakukan perlawanan jangan dilumpuhkan dengan cara ditembak mati.

Demikian diungkapkan Patraialis dalam pembukaan kompetisi perancangan peraturan undang-undang bergerak dalam hukum di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Ahad (3/10). Dalam kesempatan ini, Patrialis menyinggung perlunya diadakan tahanan khusus bagi teroris.

Tahanan untuk para teroris ini untuk mengantisipasi terjadinya indoktrinasi dari para teroris yang ditahan kepada tahanan lainnya. Apabila penggabungan tahanan terus berlangsung dikhawatirkan pula akan bermunculan bibit-bibit teroris baru di Tanah Air.(JUM)
http://berita.liputan6.com/hukrim/201010/299540/Ada.Pelanggaran.HAM.Dalam.Penangkapan.Teroris

N Sumatra police shoot dead four armed robbers

Medan, N Sumatra (ANTARA News) - Four armed bank robbers were killed and two others injured in a police raid in the Dolok Masihul hills area, Serdang Bedagai district, on Saturday.

According to information from the North Sumatra police`s Mobile Brigade headquarters , the sweeping operation was launched to capture the suspects in their hideouts in the Dolok Masihul hills area.

The dead suspects were indentified as Taufik Hidayat, Zulkarnain, Dedi and Fauzi alias Ozi. Taufik and Zulkarnain were confirmed to be North Sumatran residents.

The suspects who sustained serious shot wounds were identified as Robi alias Robin and Azwar Dedi.

Robi was admitted to the North Sumatran police (Bhayangkara) hospital for medical treatment but Azwar Dedi`s whereabouts were not yet known.

In the exchange of fire which occurred in the Dolok Masihul area, a Mobile Brigade member named Darwin Sugeng was injured.

Sugeng was then rushed to Tebing Tinggi hospital, around 80 kilometers from for intensive medical treatment.

During the raid, the police also confiscated weapons and ammunition, including an AK-47, two M16s, two FN pistols, and 700 bullets.

Last August 15, a group of armed men stormed the CIMB Niaga Bank in Medan, capital city of North Sumatra province.

The National Police hunted dozens of people suspected of involving in this bank heist.
In another recent incident, an armed gang attacked a police station in Hamparan Perak, North Sumatra, leaving three police officers on duty dead.

Indonesia remains vulnerable to the real threats of terrorism as indicated by a series of terrorist attacks and ongoing acts of terrorist rings over the past eight years.

National Police chief General Bambang Hendarso Danuri said a total of 298 people had been killed in terrorist attacks in the country in the 2000-2010 period.

"298 people have died and 838 others were wounded due to terrorists` attacks in Indonesia in the 2000-2010 period," he said.

Meanwhile, a total of 19 police officers have also been killed and 29 others wounded during anti-terrorism operations such as in Ambon, Poso, Aceh, Central Java, Makassar, Papua and Medan.

Terrorists have not only claimed lives but also have also caused damages such as on the country`s economy, tourism and also social sector as confidence in the country dropped due to their activities.

To ginance their activity , the terrorists raised money by robbing banks or jewelery shops.(*)
http://www.antaranews.com/en/news/1286045743/n-sumatra-police-shoot-dead-four-armed-robbers

Baku Tembak 2 Jam, 4 Perampok Tewas

11:32, 03/10/2010
Baku Tembak 2 Jam, 4 Perampok Tewas
TEWAS: Empat perampok yang tewas tertembak dikumpulkan personel Brimob di Desa Dolok Sagala kawasan perkebunan Socfindo, Sabtu (2/10).//Batara/Sumut Pos

Kawanan Rampok Kelaparan di Hutan, 1 Brimob Tertembak

DOLOK MASIHUL-Diiringi hujan, baku tembak antara personel polisi dengan kawanan perampok bersenjata kembali pecah sekira 2 jam mulai pukul 11.00 WIB hingga 13.00 WIB di perkebunan Dusun III dan IV Sarang Puah, Desa Dolok Sagala, Dolok Masihul, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, sekitar 70 km dari Kota Medan, Sabtu (2/10).

Empat anggota komplotan tewas dalam baku tembak dengan anggota Brimobdasu Kompi B Tebing Tinggi, Polres Tebing Tinggi, Polres Sergai dan Polda Sumut. Dua lainnya berhasil ditangkap. Sedangkan 9 atau 10 orang lagi masih terus diburu. Mereka masih dalam kondisi terkepung dan diduga sudah kelaparan sehingga warga diingatkan waspada.

”Dihimbau kepada warga agar senantiasa waspada, karena tersangka pelaku perampokan sudah lapar dan terjepit. Apa saja bisa dilakukannya,‘’ kata Wakapolres Tebing Tinggi Kompol Safwan Khayat.

Empat tersangka yang tewas dalam kontak senjata kemarin adalah Taufik Hidayat (komandan komplotan), warga Lingkungan II Kelurahan Sei Mati, Medan Labuhan; Zulkarnaen, warga Binjai; Arman dan Oji Syahputra alias Oji.
Sedangkan dua tersangka yang ditangkap masing-masing Dedi alias Robin Simanjuntak, warga Gang Keluarga, Tanjungmorawa, Deli Serdang, serta Abdul Gani Siregar, Jalan Kakap/Selar No 31 Belawan.

Dalam baku tembak itu, seorang personil Detasemen B Tebing Tinggi Bripka Darwin Sugeng, juga terkena tembakan di bagian bahu hingga tembus ke punggung dan kini dirawat di RS Bhayangkara Tebing Tinggi.

Laporan wartawan Sumut Pos, Anwar, Batara Sidik dan Sofian dari lokasi kejadian menyebutkan, penyergapan bermula dari informasi Tugimin Purba (36), warga Dusun III, Desa Dolok Sagala, Kecamatan Dolok Masihul, Sergai. Sekira pukul 09.30 WIB, ada seorang pria tak dikenal membeli roti 6 bungkus, 4 pasang sandal jepit, empat botol air mineral ke warung Tugimin Purba diantar oleh pemuda dengan mengendarai sepeda motor yang belakangan diketahui bernama Angga alias Yoga (15).

Setelah mengantar ke warung milik Tugimin, pria itu memberikan uang, selanjutnya meminta Yoga mengantar kembali tersangka ke perladangan milik warga. Tugimin melaporkan hal itu kepada kepala desa Sudayat. Sudayat kemudian melapor ke Mapolsek Dolok Masihul.

Personel dari Brimobdasu dan Densus 88 lalu masuk ke areal kebun sawit dan melihat seorang tersangka. Pria yang belakangan teridentifikasi bernama Dedi alias Robin Simanjuntak berusaha kabur. Polisi kemudian menembak dan mengenai paha kiri Robin. Robin berhasil ditangkap saat membawa logistik berupa 700 butir peluru, magazin dan bekal makanan. Petugas gabungan lalu menginterogasi Robin dan diketahui bahwa komplotan itu berada di dusun desa tersebut.

Ketua Tim penyergapan yang juga Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Brigjen Pol Syafaruddin, mengatakan, ada laporan beberapa orang yang mencurigakan mondar-mandir di desa tersebut. Polisi dan jajaran Brimob langsung melakukan penyisiran di lokasi. Ketika proses penyisiran dilakukan, aparat melihat 2 orang mencurigakan yang diduga kawanan perampokan yang melarikan diri. Polisi langsung mengeluarkan tembakan peringatan, dan hal ini pun mendapatkan balasan, sehingga aksi kontak senjata tak terelakkan. “Dari proses penyisiran ini, kita berhasil melumpuhkan dan meringkus lima tersangka,” ujar Syafaruddin.

Syafaruddin menambahkan, ada empat kawanan perampok bersenjata yang tewas tertembak dan satu masih hidup. Syarifuddin mengatakan, insiden ini tidak hanya menyebabkan korban dari pihak kawanan bersenjata semata, karena anggota Brimob juga terluka kena tembakan. “Salah seorang anggota Brimob, Bripka Sugeng terkena tembakan di bagian lengan sebelah kirinya,” ujarnya.

Salah satu tersangka yang tewas bernama Taufik Hidayat, buron paling dicari Polri terkait perampokan Bank CIMB Niaga Medan. Yang mengejutkan, senjata yang ada di dekat Taufik itu tak lain milik Brigadir Polisi Kepala Manuel, petugas yang ditembak mati komplotan penjahat saat merampok Bank CIMB Niaga Medan.
“Itu kunci paling penting, kami temukan bukti penting. Dengan ditemukannya senjata milik Bripka Imanuel Simanjuntak, itu membuktikan bahwa kawanan perampok adalah gerombolon perampok Bank CIMB Niaga,” kata Kapoldasu Irjen Pol Oegroseno di lokasi penyergapan.

Menurut Oegroseno, kawanan kelompok bersenjata yang berhasil dilumpuhkan identik dengan pelaku perampokan Bank CIMB Niaga dan penyerang Polsek Hamparan Perak.

“Kelompok bersenjata ini identik dengan pelaku yang merampok Bank CIMB Niaga, dan menyerang Polsek Hamparan Perak, serta memberondong mobil yang ditumpangi Wakapolres Sergai dan Kapolsek Dolok Masihul.
Menurutnya, keberhasilan ini semua berkat kerjasama dengan TNI dan masyarakat. “Keberhasilan ini berkat kersajama dengan TNI dan masyarakat yang memberikan informasi keberadaan pelaku kelompok bersenjata,” bilangnya.

Oegroseno mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah memberikan informasi tentang keberadaan orang asing yang mencurigakan, sehingga dalam waktu cepat dapat dilakukan penangkapan.

Dengan demikian, dari 14 orang bersenjata yang dikejar sejak Kamis, Polda Sumut membekuk lima orang. Oegroseno memperkirakan masih ada 9 sampai 10 orang lagi yang akan masih terus diburu di daerah Dolok Masihul dalam beberapa hari ke depan. “Diduga mereka berada di daerah antara Serdang Bedagai dan Tebing Tinggi,” kata Oegroseno.

Komplotan itu masih memiliki senjata api laras panjang berjenis M 16 dan AK 47. Mereka juga memegang pistol jenis FN. Komplotan itu sudah teridentifikasi.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari kawanan perampok adalah 1 buah senjata laras panjang AK 56, 1 buah senjata laras panjang M16, 1 buah senjata laras pendek jenis FN, 366 butir amunisi laras panjang AK 56, 77 butir amunisi laras panjang M16, 1 butir amunisi laras pendek FN.

Kemarin petang, jenazah Taufik dan tiga rekannya diboyong ke RS Bhayangkari Polda Sumut di Jalan Wahid Hasyim, Medan. Empat jenazah kawanan perampok tiba di RS Bhayangkara dibawa dengan mobil ambulans RS Grand Medistra Lubuk Pakam, Deli Serdang dengan pengewalan ketat personel Brimob menggunakan masker dan senjata lengkap. Jenazah keempatnya dikeluarkan dari dua kantongan mayat. Sementara tersangka yang terkena tembakan tiba dengan menggunakan mobil Biodokkes Polri dan kendaraan taktis Sat Brimobdasu. “Yang tewas itu empat orang dan satu diantaranya tertembak di bagian perut sebelah kiri,” kata Domen Situmorang, petugas dari RS Grand Medistra Lubuk Pakam

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Baharuddin Jafar juga memastikan empat orang tewas dalam baku tembak.
Menjelang Maghrib kemarin, Abdul Gani Siregar diamankan warga dari kawasan perkebunan Tanjung Meriah, Kecamatan Dolok Masihul, Sergai. Penangkapan tersangka ini berkat informasi dari masyarakat. Warga di sekitar lokasi langsung melaporkan adanya orang yang mencurigakan. Atas laporan itu, tersangka langsung ditangkap. Tidak ada perlawanan bersenjata dalam penangkapan ini. Tersangka yang ditangkap sekitar pukul 17.00 WIB, selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Medan.

Sekitar pukul 21.30 WIB, tersangka Abdul Ghani Siregar sampai di RS Bhayangkara, Jalan KH Wahid Hasyim dibawa ambulans Dokkes Poldasu. Pria berusia 24 tahunan itu terlihat lemah tanpa mengenakan baju dan kedua tangan diborgol. Abdul Ghani pun langsung di larikan ke ruang IGD. Sekitar 20 menit kemudian, Abdul dengan wajah ditutup dengan menggunakan seprei langsung dilarikan ke ruangan 14 untuk diinapkan.

Menurut salah seorang petugas yang ikut megantar mengatakan, Abdul dibekuk oleh warga diperkebunan Dolok Masihol karena berusaha bersembunyi di rumah warga. Abdul Gani lari ke rumah warga karena kehabisan makanan. “ Abdul Ghani sudah dua hari tidak makan. Dia kelaparan,dia mencoba sembunyi di rumah warga,” ujarnya sambil memegang senjata laras panjang yang wajahnya ditutupi sebo.

Dikatakannya, Abdul Ghani tidak terkena tembakan. Melainkan mendapatkan pukulan dari warga setempat. “Sudah duluan dipukuli warga, dia memang tidak ada memegang senjata. Lukanya Cuma dikedua pahanya. Warga memukulinya dengan menggunakan balok hingga babak belur,” tambahnya.

Abdul saat diinterogasi oleh petugas mengaku, masih ada 3 orang yang masih dalam pelarian, mereka juga sudah kehabisan stok makanan. “Masih ada 3 teman yang masih pegang senjata laras panjang, sementara stok makanan sudah habis,” kata petugas itu. (btr/jon/rud/mag-1/mag-3/mag-15)

Lokasi Penyergapan

Dusun III dan IV Sarang Puah (Pondok Lalang), Desa Dolok Sagala, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Sergai, kiri-kira 70 km dari Kota Medan

Tersangka Perampok yang Tewas

  1. Taufik Hidayat (komandan komplotan), warga Lingkungan II Kelurahan Sei Mati, Medan Labuhan.
  2. Zulkarnaen, warga Jalan Dr Wahidin, Kelurahan Jati Makmur, Binjai Utara.
  3. Arman
  4. Oji Syahputra alias Oji


Tersangka Perampok yang Ditangkap

  1. Dedi alias Robin Simanjuntak, warga Tanjungmorawa, Gang Keluarga, Deli Serdang terkena tembakan di paha kanan bagian belakang dua peluru.
  2. Abdul Gani Siregar, warga Jalan Kakap/Selar No 31 Belawan ditangkap warga.

Polisi yang Tertembak
1.Bripka Darwin Sugeng, anggota Detasemen B Tebing Tinggi luka tembak di bagian bahu tembus ke punggung.

—————————————-
Lanjutan Drama Kontak Senjata

  1. Pukul 08:30 WIB ada dua orang berpakaian lusuh berbelanja di warung milik Giman Purba (36) di Dusun III Sarang Puah, Desa Dolok Sagala, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Sergai, kiri-kira 70 km dari Kota Medan. Pria tersebut diantar seorang pemuda bernama Angga (15) dengan sepeda motor.
  2. Pukul 08.30 WIB seorang tersangka berbelanja makanan ringan dan roti 6 bungkus, sandal swallow 4 pasang, pelaku kembali diantarkan pulang ke areal Kebun Socfindo Bangun Bandar sekitar 1 km dari warung dan Angga diupah Rp5 ribu.
  3. Pukul 09:00 WIB pemilik warung yang merasa curiga melaporkannya ke Kepala Desa Dolok Sagala bernama Sudayat. Kemudian Kades melaporkan ke Polsek Dolok Masihul.
  4. Pukul 10.30 WIB personel Polres Sergai bersama Polda Sumut mengerahkan pasukan Brimob dan Densus 88 untuk menyergap. Dalam baku tembak, satu orang tersangka luka tembak bernama Dedi alias Robin Simanjuntak.
  5. Polisi mengorek keterangan Dedi alias Robin di lokasi kejadian dan melanjutkan pengepungan. Kontak senjata kembali terjadi di perkebunan sawit diiringi hujan deras hingga pukul 13.00 WIB.
  6. Teman-temannya lari ke Dusun Empat, ke perkebunan sawit di Dusun Empat Pondok Lalang. Di sinilah terjadi kontak senjata selama 2,5 jam. Dalam aksi ini, Polri berhasil menembak mati empat tersangka termasuk Taufik Hidayat, orang yang disangka menembak mati Bripka Imanuel di Bank CIMB Niaga Medan.
  7. Dalam kontak senjata ini, satu orang anggota Brimob Bripka Sugeng mengalami luka di dada kiri dan dilarikan ke RS Bhayangkara Tebing Tinggi.
  8. Polisi melucuti senjata dari tangan Taufik dan teman-temannya polisi menyita senjata M-16 diduga milik Briptu Imanuel Simanjuntak, AK 56, FN, peluru dan magazin dengan amunisi dalam jumlah cukup besar.
  9. Jenazah keempat kawanan rampok dibawa dengan menggunakan ambulans RS Brimobdasu dari lokasi kejadian dan dibawa ke RS Brimobdasu di Jalan KH Wahid Hasyim Medan.
  10. Pukul 15.05 WIB, suasana di TKP sudah mulai sepi dan hujan deras terus turun. Pasukan Brimob Polda Sumatera Utara, Densus 88 serta tim Reserse Polda Sumut ditarik ke markas.

Sumber: Data di Lokasi Kejadian dan Polda Sumut

Rampok Padang Murni Kriminal

Senin, 27 September 2010 , 08:23:00


TERLUKA: Salah seorang perampok ATM mengalami luka tembak setelah kontak senjata dengan polisi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.Padang Ekspres

PADANG--Tim gabungan Brimob, Densus 88 Polda Sumbar, dan Polresta Bukittinggi terus memburu dua perampok tiga Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Kampus I Universitas Bung Hatta (UBH) Padang, ke dalam hutan lereng Gunung Singgalang.

Dua perampok yang diketahui bernama Iwan dan Rahman ini, memang membuat cemas. Keduanya membawa tujuh pucuk senjata --tiga pistol jenis Baretta, empat laras panjang. Sementara itu, dari enam perampok yang dibekuk setelah kontak senjata di Nangguak Batu, Kenagarian Pakan Sinayang, Kecamatan Banuhampu, Agam, Sabtu (25/9) siang, hanya tersisa hidup dua orang.

Selebihnya tewas. Dua ditembak mati di tempat penangkapan, lainnya meninggal di perjalanan dari Agam ke Padang dan di Rumah Sakit Bhayangkara. Mereka yang ditembak mati bernama Pak De, asal Lampung, dan Bento asal Pariaman. Sudirman, dan Hendra, keduanya asal Jambi, tewas dalam perjalanan, dan saat dirawat. Salah seorang perampok, M Ihsan Gapar kemarin mulai membaik. Luka tembaknya tidak begitu parah.

Sedangkan Khairil, asal Pekanbaru, Riau masih menjalani perawatan. "Empat pelaku perampokan yang tewas belum dijemput keluarganya. Masih ada ruang mayat Rumah Sakit Bhayangkara Padang," kata Wakapolresta Padang AKBP Wisnu Handoko. Polisi, kata Wisnu juga agak kesulitan menelisik alamat pelaku. Sebab di tubuh para perampok memang ada sejumlah identitas. Tapi, polisi masih meragukan keasliannya.

"Belum ada yang dikembalikan kepada keluarganya, kita masih mencari alamat keluarga pelaku yang meninggal," jelas Wisnu Handoko. Hasil pemeriksaan jaringan perampok ATM di Padang menunjukkan tidak ada kaitan dengan kelompok teroris. Perampok yang berhasil dilumpuhkan personel Polda Sumatera Barat itu adalah penjahat kambuhan dan sindikat pembobol ATM yang sudah bertahun-tahun beroperasi.

"Pemeriksaan tersangka mereka ini memang sindikat ATM dan sementara tidak ada keterkaitan (terorisme)," ujar Kapolda Sumatera Barat Brigjen Andayono saat dihubungi kemarin (26/9). Salah seorang tersangka yang bernama Rahmat mengakui mereka telah melakukan berbagai aksi pembobolan ATM sejak tahun 2009.
Menurut mantan Wakapolda Kepulauan Riau itu, kelompok Rahmat ini pernah melakukan pembobolan ATM tahun 2009 sebanyak tiga kali dan dua kali pada tahun 2010.

"Mereka ini ada yang dari Jambi, ada juga yang dari Lampung, ini pengakuan tersangka," kata Andayono. Hingga tadi malam, menurut Kapolda, pengejaran terhadap dua orang tersangka yang lari di pegunungan Singgalang masih dilakukan. "Mereka ini membawa senjata api tujuh pucuk," kata Andayono. Mantan Kapolwil Bogor itu menjelaskan, dalam pengejaran tim Polda Sumatera Barat dan Polres Bukit Tinggi berhasil menemukan satu pucuk senjata api jenis FN buatan pabrikan di Belgia. "Ada pelurunya lima butir," kata polisi yang dikenal ramah ini.

Andayono menambahkan, selain senjata ada juga baju dan celana yang tercecer di semak-semak. "Mereka berusaha mengganti penampilan agar tersamar. Tapi, anggota sudah mengepung, untuk lolos sulit," katanya. Berapa sebenarnya jumlah kawanan bandit at mini? Andayono belum bisa menyebut jumlah pasti. "Dari pengakuan tiga satpam yang disekap dan dua warga yang sedang mengambil uang mereka hanya melihat belasan orang. Belasan itu berapa, masih kita pastikan," katanya.

Andayono juga memerintahkan jajarannya menutup akses ke Pekanbaru, Riau dengan melakukan blokade secara ketat. "Tapi yang jelas alat transportasi mereka sudah kita sita, yakni dua mobil," jelasnya. Secara terpisah, sumber di lingkungan anti teror Polri menyebut kelompok ini sama sekali berbeda dengan teroris Medan yang merampok CIMB Niaga. "Sudah dicek anggota, bukan kelompok Tholut," katanya saat dihubungi. Menurut perwira menengah itu, kelompok Rahmat yang merampok ATM di Padang ini juga tak berfaham radikal.

"Mereka memang nekad, berani menggasak ATM saat seluruh Polda waspada. Istilahnya kena batunya sendiri," katanya. Dari sisi mental, kelompok ini kalah jauh dengan teroris Medan. "Mereka memang punya senjata tapi lemah dalam penguasaan. Mereka juga takut mati dan gemetar saat diperiksa," katanya. Ini berbeda dengan kelompok teroris di bawah jaringan Tholut. Alih-alih takut polisi Mereka justru mencari mati dengan menyerang pos polisi. Bagi kelompok ini, mati dalam aksi imbalannya surga.

Terpisah, Kadivhumas Mabes Polri Irjen Iskandar Hasan juga menyebut indikasi perampokan ATM di Sumatera Barat adalah kriminal murni sangat kuat. "Memang laporan awal dari lapangan seperti itu," katanya. Mantan Kapolda Bangka Belitung itu berjanji akan memberikan penjelasan yang lebih detail hari ini, Senin (27/9). "Kita masih kumpulkan informasinya supaya tidak sepotong-sepotong," katanya.(rdl/jpnn)

http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=39516