Wednesday, 25 August 2010

Perampok Ditembak Mati

10:47, 25/08/2010
Perampok Ditembak Mati
SOSIALISASI: Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Oegroseno mendatangi toko emas di Medan Plaza dalam mensosialisikan nomor layanan 112 dan 1120 kepada masyarakat, Selasa (24/8).//Andri Ginting/Sumut Pos

MEDAN-Perlahan namun pasti, polisi mulai membekuk para pelaku perampokan yang marak beberapa pekan belakangan di Indonesia. Setelah Senin (23/8) siang menangkap MRA, salah seorang pelaku perampokan Bank CIMB Niaga Cabang Pembantu Aksara di Jalan Aksara, berhasil dibekuk, ditempat lain polisi juga berhasil meringkus pelaku perampokan.





Kali ini pelaku perampokan toko emas di Pasar Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Pelaku utamanya berinisial Kr, tewas diterjang timah panas petugas saat hendak melarikan diri dari sergapan petugas.

”Ya, betul (tewas). Tersangka bermaksud melarikan diri saat hendak ditangkap,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar melalui pesan singkat yang diterima wartawan, Selasa (24/8) kemarin.
Polisi melumpuhkan tersangka di Ambarawa, Jawa Tengah, pada Senin (23/8) malam. Kr yang sempat melawansaat disergap anggota Kepolisian, mencoba melarikan diri.

Kini, tersangka dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Dari tersangka, polisi menyita satu pucuk senjata api jenis FN. “Senjatanya rakitan,” katanya.

Kr merupakan salah satu dari komplotan perampokan toko emas di Pasar Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Kr diketahui pernah melakukan perampokan yang sama di sejumlah lokasi di Bogor, Depok dan Bekasi bersama teman-temannya.

Hingga kini, polisi telah menangkap 11 pelaku yang terlibat dalam perampokan toko emas di Tebet, termasuk Kr. 4 Di antaranya adalah penadah. Kini, polisi masih memburu 5 pelaku lainnya. Pelaku yang masih buron ditengarai melarikan diri ke Sumateran

MRA Pemasok Senjata Perampok

Sementara itu, Mabes Polri mulai mengungkap peran MRA (27) yang ditangkap tim khusus pemburu pelaku perampokan CIMB Bank Niaga cabang pembantu Aksara, Jalan Aksara, Medan. Wakil Kepala Divisi (Wakadiv) Humas Mabes Polri, Kombes Pol Ketut Untung Yoga Ana mengatakan, ada dugaan kuat MRA merupakan pemasok senjata yang digunakan komplotan perampok sadis itu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui bahwa MRA juga menjadi semacam makelar senjata gelap.
Dia menampung senjata, lantas menjual, meminjamkan, atau menyewakannya kepada komplotan perampok. Untung Yoga menyebutkan, berdasarkan pengakuan MRA, dia mendapatkan semua senjata dari Aceh. Hanya saja, belum diketahui apakah senjata itu merupakan sisa konflik Aceh, ataukah hasil selundupan.

Tak dijelaskan berapa harga sewa senjata milik MRA kepada para perampok. Untung hanya menjelaskan, bahwa MRA merupakan pemilik dua senjata api AK-47 dan SS1. Dua senjata ini digunakan kawanan perampok yang beraksi di Medan Marelan pada 2009 dan sudah disita Polda Sumut. “MRA mengatakan, yang AK-47 dipinjamkan ke temannya dan temannya itu masih dicari. Kita masih terus memeriksa apakah MRA ini terlibat langsung perampokan CIMB Niaga,” terang Untung Yoga di Mabes Polri, kemarin.

Sepak terjang MRA sendiri sudah malang melintang di dunia perampokan. Untung menyebutkan, MRA pernah terlibat perampokan di wilayah Aceh Timur dan Medan Marelan. Dia juga sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Aceh Timur. Dikatakan Untung, hingga kemarin sudah ada 18 saksi yang dimintai keteranan.

Di Poldasu, penyidik kini tengah menyelidiki riwayat senjata api SS1 V1 yang diamankan dari tersangka MRA dan diduga digunakan dalam perampokan Bank CIMB Niaga Aksara. Menurut pengakuan tersangka, senjata itu juga pernah ia gunakan untuk merampok di Marelan pada 2009 lalu, bersama komplotannya.

“Pengejaran terhadap kelompok MRA yang lain masih dalam lidik dan masih kita pelajari,” ujar Kabid Humas Poldasu, Baharuddin Djafar di di ruang Jahtanras Poldasu, pukul 10.30 WIB, kemarin.

Kemarin, wartawan dipersilakan mengambil foto bagian belakang tersangka MRA sambil memegang senjata. Baharuddin Djafar mengatakan, wajah tersangka masih ’disembunyikan’ agar pelaku lain tidak mengenalinya lalu melarikan diri. “Kita belum bisa mengungkap identitas lengkapnya ke publik karena masih dalam pengembangan,” tambahnya.

Penelusuran juga dilakukan atas penyewaan senjata api kepada kelompok lain. Sebab, kuat dugaan sejumlah kasus perampokan di Medan menggunakan senjata api pinjaman milik kelompok MRA. “Termasuk menyewakan senjata AK 47 yang masih ada pada mereka yang melarikan diri,” ucapnya.

Saat disinggung kemungkinan keterlibatan oknum aparat, termasuk dari kepolisian, dalam peristiwa perampokan berdarah Rabu (18/8) lalu, Kabid Humas langsung membantah. “Polisi tidak menggunakan senjata organik jenis AK 56,” tegas Baharuddin.

Baharuddin menduga, senjata AK tersebut hasil selundupan. Terkait kemungkinan senjata berasal dari sisa kelompok separatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ataupun teroris, Baharuddin belum dapat memastikannya. “Sedangkan untuk tersangka teroris atau separatis, Poldasu belum berani mengatakannya sebelum ada data pembanding,” cetusnya.

Mesti tidak memastikan keterlibatan gerakan separatis maupun teroris di Aceh, Polda Sumut telah melakukan koordinasi dengan Mapolres Aceh Timur. Menurut Baharuddin Djafar, hal itu dilakukan karena kelompok MRA sering beraksi di wilayah hukum Polres Aceh Timur.

“Hari ini (Selasa, 24/8). Tim dari Polres Aceh Timur akan turun ke Mapoldasu untuk berkordinasi dengan membuka kembali seluruh LP,” bebernya.

Kapolda Tinjau Toko Emas

Kemarin, pukul 14.45 WIB, Kapoldasu Irjen Pol Oegroseno, secara tiba-tiba meninjau sejumlah toko emas di kawasan Medan Plaza, Jalan Iskandar Muda Medan.

Di Toko Emas Garuda di Lantai Satu Medan Plaza, Kapolda sempat berbincang dengan Ny Elly, pemilik tokon dan mensosialisasikan call center nomor 112 dn 1120. Kapolda mengimbau, siapa saja yang menemui orang-orang yang dicurigai akan melakukan tindak kejahatan, diminta segera menghubungi nomor tersebut.

“Polisi dan masyarakat seperti sepasang suami istri yang biasanya selalu curhat-curhatan. Dan sekarang, sudah ada call center yang bisa digunakan untuk bisa segera melaporkan indikasi tindakan yang membahayakan itu kepada polisi,” ujarnya.

Ny Elly menyambut baik imbauan Kapolda. “Saya senang dengan hadirnya Pak Kapoldasu. Itu buktinya, Pak Kapoldasu perhatian kepada keamanan warga. Apalagi ada kejadian perampokan yang marak akhir-akhir ini. Kalau nanti ada apa-apa bisa segera melapor ke polisi melalui call center,” tuturnya.

Dari Toko Emas Garuda, Kapolda melakukan sosialisasi ke toko-toko lain dan membagikan stiker serupa. “Kalau mau cari pacar polisi, telepon atau sms ke no ini,” katanya sambil bercanda kepada seorang gadis yang berjaga di toko di lantai dua.

Dari Medan Plaza, Kapolda melanjutkan tinjauan ke Pasar Pringgan Medan. Di pasar ini, Oegroseno meninjau sebuah toko emas yakni, Toko Emas Gintar.

Idris Ginting (57), di toko emas ini menunjukkan apresiasinya atas kehadiran Kapolda. “Ini bentuk kepedulian Pak Kapoldasu. Tapi, sebaiknya kepolisian lebih meningkatkan pengawasan keamanan guna mencegah perampokkan-perampokkan yang bisa saja datang tiba-tiba. Pak Kapoldasu saja seperti itu, kemana-mana mesti dikawal. Sama juga toko emas dan bank-bank. Karena selama ini, pengusaha toko emas selalu menyediakan sendiri pengamanan dan fasilitas keamananannya,” tegasnya.

Kepada wartawan, Kapoldasu mengatakan, pihaknya masih menggali informasi dari masyarakat. “Seluruh anggota sudah disebar ke setiap desa untuk mencari ciri-ciri perampok. Saya juga terlibat dalam menangani kasus ini. Mudah-mudahan, kasus perampokan cepat terkuak,” tegas Oegroseno.

Operasi juga telah digelar, sambung Oegroseno, dengan nama operasi Sambang Desa. “Operasi sambung desa ini, akan memperkecil peluang dari komplotan perampok itu,’’ tegasnya. (mag-1/sam/ari/mag-8)


Perburuan Terus Berlanjut

Sementara itu, Tim Khusus Polda Sumut masih mengejar pelaku lain perampokan di Bank CIMB Niaga. Menurut informasi, beberapa perampok sudah terendus memasuki wilayah Tebing Tinggi. Menanggapi informasi tersebut, segenap kekuatan Polres Tebing Tinggi bersiaga penuh. Penyebaran petugas dari satuan Intel Polres makin diintensifkan mencari informasi di titik-titik rawan kriminalitas dan yang diduga menjadi sarang persembunyian perampok .

Kapolres juga mengerahkan anggotanya mengamankan langsung titik-titik keramaian tempat transaksi berjumlah besar seperti di pusat–pusat pasar, grosir-grosir, toko emas dan bank.

Satu regu Samapta dibagi 10 tempat untuk mengawasi titik-titik rawan. Seperti di jalan MT Haryono dan Jalan Sutomo, tempat pusat perdagangan emas di Tebing Tinggi. Terlihat pasukan Samaptha berseragam lengkap bersenjata api laras panjang memantau keamanan dan berpotroli satu jam sekali.

Waka Polresta Kompol Drs Safwan Khayat MHum memimpin apel pagi kemarin. Didampingi Kasat Samaptha AKP AA Rangkuti, Safwan memeriksa senjata api laras panjang jenis SS1 P2 milik pasukan.

Sosialisasi pengamanan juga dilakukan kepada masyarakat, khususnya para pedagang emas. “Kami diminta menghubungi call center bila melihat orang-orang yang mencurigakan,” terang Ratna (28), pedagang emas di Tebing Tinggi.

Sementara itu, Polres Asahan juga akan mengerahkan pasukannya dan disiagakan di tempat-tempat keramaian dan obyek-obyek vital di seluruh Kabupaten Asahan seperti toko emas dan bank.

Pahumas Polres Asahan, Kompol Drs Zulfikar menyebutkan, personel yang disiagakan nantinya terdiri dari satuan Reserse Kriminal, Samapta, Satuan Intel Kam, dan Patroli lalu-lintas.

Lebih lanjut mantan Kapolsek Lima Puluh ini menyebutkan, pengamanan yang paling diutamakan adalah di bank-bank, toko-toko emas, pusat perbelanjaan dan pasar-pasar.

“Sebenarnya pengawasan tersebut sudah kita mulai dari awal bulan Ramadan. Di mana personel polri ditempatkan di beberapa titik rawan, dan di beberapa persimpangan yang ada di Kisaran. Namun untuk menurunkan seperdelapan pasukan itu baru di mulai 10 hari sebelum lebaran Idul Fitri,” ujarnya.

Zulfikar mengimbau kepada masyarakat tidak sungkan memanfaatkan bantuan keamanan kepolisian ketika membawa uang dalam jumlah banyak. “Kita sudah melakukan penjagaan dan pengawalan di setiap Bank yang ada di wilayah hukum Polres Asahan, dan para penjaga dan pengawal di bank tersebut kita lengkapi dengan senjata api. Sehingga apabila terjadi aksi perampokan, maka kami tidak segan-segan untuk menembak di tempat pelaku kejahatan seperti yang diinstruksikan oleh Kapoldasu, Irjen Pol Oegrosoeno,” ujarnya Zulfikar. (bbs/mag-3/van/smg)

—-

Jejak Senjata Perampok

1. Pasar gelap
Para penjual mempunyai koneksi dengan oknum di gudang-gudang senjata aparat. Yang dijual biasanya yang rusak dan diperbaiki sendiri di luar.

2. Sisa konflik
Senjata bekas konflik Aceh dan konflik Ambon belum semuanya bisa dimusnahkan. Diperkirakan sekitar 1000-2000 masih beredar.

3. Luar negeri
Jalur untuk memasukkan senjata dari perbatasan Malaysia dan perbatasan Filipina melalui laut sangat mudah. Puluhan pelabuhan tepi pantai tidak terawasi dengan baik.

Tipe Senjata

1. Senjata genggam jenis FN
FN (Fabrique Nationalle) buatan Belgia.
Kaliber peluru: bervariasi, mulai 5,7 mm
Kapasitas: 20-30 peluru per magasin
Jarak tembak: 50 meter, terjauh 1500 meter.
Berat : 744 gram

2. Senjata laras panjang jenis AK 47
AK (Automatic Kalasnikov) buatan Rusia
Kaliber peluru 7,62 mm
Kapasitas magasin : 30 peluru
Berat : 4,3 kilogram

3. Senjata laras panjang jenis AK -56
Modifikasi AK 47 buatan China Norinco.
Kaliber : 7,62 mm
Kapasitas magasin : 30 peluru
Berat : 3,8 kilogram.

http://www.hariansumutpos.com/2010/08/59614/perampok-ditembak-mati.html

No comments:

Post a Comment

Post a Comment