Thursday, 16 May 2013

Pos Polisi di Medan dibakar Mahasiswa HKBP Nomensen

Kamis,  16 Mei 2013  −  10:14 WIB
Sindonews.com - Pos Polisi yang berada di persimpangan Jalan Perintis Kemerdekaan Sutomo Medan dirusak dan dibakar Mahasiswa Universitas HKBP Nomensen, Medan.

Pengrusakan tersebut dilakukan, Rabu (15/5) malam, saat mereka menggelar aksi unjukrasa terkait kematian rekannya yang diduga dilakukan oleh oknum polisi sebagai penyebabnya.

Ratusan mahasiswa tersebut melempari polisi yang berada di Jalan Gaharu dengan batu dan bom molotov. Polisi terpaksa melepaskan tembakan gas air mata ke arah mahasiswa. 

Aksi mahasiswa semakin brutal, mereka membakar pos polisi lalu lintas yang berada di persimpangan Jalan Perintis Kemerdekaan Sutomo, Medan.
 
Untuk memukul mundur mahasiswa, polisi menggunakan mobil water canon dan menyemprotkan air ke arah mahasiswa. Namun, mahasiswa tetap melempar polisi dengan batu.
 
Ratusan personel Brimob Polda Sumut kemudian mengejar mahasiswa yang semakin anarkis. Polisi melakukan penyisiran di sekitar Jalan Perintis Kemerdekaan Medan.
 
Sejumlah mahasiswa berhasil di tangkap oleh pihak kepolisian. Mahasiswa yang di amankan langsung dibawa masuk ke dalam mobil polisi dan kemudian di bawa ke Polresta Medan.
 

http://daerah.sindonews.com/read/2013/05/16/24/749335/pos-polisi-di-medan-dibakar-mahasiswa-hkbp-nomensen

Wednesday, 15 May 2013

Warga Wamena Tewas Ditembak Anggota TNI


TEMPO.COJayapura -- Seorang warga sipil bernama Arton Kogoya, 24 tahun, tewas ditembak anggota TNI di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Sabtu malam, 11 Mei 2013.

Penembakan sekitar pukul 22.45 WIT di Jalan Yos Sudarso Wamena itu dilakukan anggota Yonif 756 Pos Napua. "Benar, mengakibatkan korban satu masyarakat meninggal di tempat," kata Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Infantri Jansen Simanjuntak, Minggu pagi, 12 Mei 2013.

Ia mengatakan kronologi penembakan berawal ketika tiga anggota TNI Yonif 756 Pos Napua hendak bermain futsal sekitar pukul 20.00 WIT. Ketiganya adalah Serda Agung, Pratu Sitanggang, dan Prada Haryono. Ketiganya turun dari pos ke arah kota memakai sepeda motor, berpakaian preman, dan tak membawa senjata.

Usai bermain futsal, ketiganya mampir di warung Wonogiri Tiga Wamena untuk membeli makanan. Di depan warung, tiba-tiba mereka dicegat oleh lima orang dalam keadaan mabuk dan meminta uang. "Karena tak dikasih terjadi perang mulut serta perkelahian. Salah satu warga mabuk itu membawa parang hendak menikam anggota," kata Simanjuntak.

Selanjutnya, kata Jansen, oknum pemalak itu kemudian mengejar Prada Haryono yang lari menyelamatkan diri ke arah BRI Sinakma dan ke kodim. "Saat itu Serda Agung menelpon Praka Simanjuntak yang berada di Pos Napua meminta bantuan. Tidak berapa lama, tujuh orang di bawah pimpinan Serda Anang Tri Prasetya turun memakai baju preman, menggunakan sepeda motor, dan membawa senjata tiga pucuk," ujar Jansen.

Sesampainya di Jalan Yos sudarso, terjadi lagi aksi kejar-kejaran antara pemabuk dan tentara. Salah satu pemalak sempat membacok anggota, tetapi tak kena. "Dalam keadaan terjepit itu, anggota membuka tembakan peringatan, tapi tak membuat yang mabuk takut. Malah mereka menyerang terus menggunakan parang," kata Jansen.

Akhirnya, karena merasa terancam, anggota menembak ke tanah. "Prada Wahyudi menembak ke tanah. Tapi karena panik, arah senjata ke korban yang langsung meninggal di tempat," kata Jansen. Usai insiden itu, ratusan warga sempat akan melakukan aksi balas dendam. "Namun sudah diarahkan agar mereka tidak anarkis."

JERRY OMONA

http://www.tempo.co/read/news/2013/05/12/063479709/Warga-Wamena-Tewas-Ditembak-Anggota-TNI

Tuesday, 14 May 2013

Warga Mengamuk Saat Diancam Ditembak Polisi

Ini Kronologis Tewasnya Terduga Teroris Tasikmalaya Versi Polri

Selasa, 14 Mei 2013 15:38 wib
JAKARTA - Kepolisian mengungkapkan tentang kronologis peristiwa tewasnya terduga teroris Tasikmalaya. Pada Senin 13 Mei malam kemarin terjadi pelemparan benda yang diduga sebagai bom rakitan pipa di Pos Lalu Lintas Simpang Empat, Mitra Batik, tepatnya di depan Yogya Mall, Tasikmalaya, Jawa Barat.  
 
Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenas) Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, usai melempar pelaku melarikan diri dan dua petugas, yakni Aiptu Widiartono dan Briptu Wahyudi, melakukan pengejaran.
 
"Pelaku terpergok disebuah garasi rumah warga dan terlihat panik. Pelaku kemudian melakukan perlawanan dengan menggunakan sanjata tajam berupa golok kepada petugas kita. Akibatnya bahu bagian kanan Aiptu Widiartono terluka," ungkap Boy kepada wartawan di Gedung Humas Polri, Jakarta, Selasa (14/5/2013).
 
Kemudian, tanpa diduga pelaku mencabut senjata api jenis rakitan dan diarahkan kepada petugas. Saat yang bersamaan petugas pun dengan cekatan mengambil senjata api.
 
"Saat akan ditembak ternyata senjata pelaku tidak meletus. Pada saat yang bersamaan petugas juga mencabut senjata dan melakukan penembakan. Jadi, yang bersangkutan meninggal dunia di lokasi setelah dihimbau untuk menyerahkan diri," jelas Boy.
 
Boy menambahkan, pelaku langsung dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk dilakukan otopsi dan dalam proses penyelidikan yang dilakukan Polri. Saat ini pihaknya sudah berhasil mengetehui identisnya, tapi masih dalam proses tim Disaster Victim Identification (DVI).
 
"Setelah dilakukan konfirmasi kepada terduga teroris yang sudah ditangkap minggu lalu, khusunya Wiliam Maksum, kebetulan mengenal dia sebagai anggotanya. Pelaku diketahui bernama Irwan alias Salim alias Diaz," paparnya.
 
"Jadi yang bersangkutan merupakan bagian dari kelompok yang dipimpin oleh Wiliam Maksum. Saat ini, benda yang mirip bom rakitan masih dalam pemeriksaan petugas dan senjata api rakitan dan golok dibawa tim untuk barang bukti," simpulnya.
(hol)


http://news.okezone.com/read/2013/05/14/337/806818/ini-kronologis-tewasnya-terduga-teroris-tasikmalaya-versi-polri

5 Teroris Ditembak Mati Di Bali


March 18, 2012 | Unik
Minggu (18/3/2012) sekitar pukul 20.30 Wita telah terjadi baku tembak antara polisi anti teror dengan 5 orang tersangka teroris yang juga berkaitan dengan perampok bank CIMB Niaga Medan tahun lalu di Denpasar-Bali. Kelima tersangka ini melakukan perlawanan terhadap polisi dengan senjata api pistol jenis FN.
Kelima teroris tersebut adalah:
1. HH, umur 32, asal Bandung, tewas dalam penggerebekan di jalan Gunung Soputan Denpasar
2. AG, umur 30, asal Jimbaran, Bali tewas dalam penggerebekan di jalan Gunung Soputan Denpasar
3. UH alias Kapten, tewas dalam penggerebekan di jalan Gunung Soputan Denpasar
4. M, alias Abu Hanif, umur 30, asal Makassar, tewas dalam penggerebekan di jalan Danau Poso Sanur
5. DD, umur 27, asal Jawa Barat tewas dalam penggerebekan di jalan Danau Poso Sanur
Selain terkait dengan perampokan di CIMB Niaga Medan, para terduga teroris ini rencananya akan melakukan teror di Bali serta merampok toko emas dan money changer di Bali.
Bahkan dari data barang bukti yang di dapat, ada beberapa lokasi yang sudah menjadi incaran mereka. Yaitu sebuah toko emas di Uluwatu, Bali Money Changer dan Kafe La Vida Loca.
Sudah diintai selama sebulan
Kombes Pol Boy Rafli Amar menyatakan bahwa jejak teroris sudah dicium sejak sebulan lalu. Menurut Kabag Penum Mebes Polri itu, yang merupakan DPO CIMB Medan ialah tersangka teroris berinisial HH (32 tahun) asal Bandung. Tersangka ditembak mati di Jalan Gunung Soputan Denpasar.
Ini merupakan suatu prestasi tersendiri bagi petugas dalam memberantas teroris yang meresahkan. Apalagi kelima tersangka yang ditembak mati itu ialah kelompok gabungan teroris yang selama ini pernah ikut terlibat di CIMB Medan.
Dalam penggerebekan itu, polisi meyita 2 pucuk senjata api jenis FN, 2 magazene dan 48 butir peluru kaliber 9 milimeter, serta cebo penutup wajah.

http://www.natural.co.id/5-teroris-ditembak-mati-di-bali-2.html

Curi 29 HP, Dua Orang Kakek-kakek Ditembak Polisi

Headline

INILAH.COM, Kediri - Tim Buru Sergap (Buser) Polres Kediri Kota, menghadiahi timah panas untuk Ambyah (55) dan Rasimin (67). Pasalnya dua pria paruh baya itu telah dua kali melakukan aksi pencurian dengan modus menggarong atau melubangi tembok.

Ambyah (55) Jalan Urip Sumoharjo 005/005, Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri dan Rasimin (67) warga Desa Kolak Selatan 003/001 Wonorejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Parahnya, mereka sudah dua kali keluar masuk lembaga permasyarakat (Lapas) Blitar dalam dua kasus yang sama.

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan, selain kedua tersangka, pihak kepolisian juga mengamankan tiga orang penadah hasil pencurian. Ironisnya, dua diantaranya adalah anak dan cucu salah satu tersangka pelaku utama.

Masing-masing, Hartini (28) Ringinanom, Kota Kediri, Mohammad Faik (22) anak Rasminin, warga Dusun Wonorejo, Desa Kolak, Kecamatan Ngadiluwih dan Azam (21) Desa Bobang, Kecamatan Semen, cucu Rasimin.

"Penangkapan dua pencuri konter dan penadahnya tersebut berdasarkan laporan dari pemilik konter. Setelah itu kami koordinasi dengan Polsek Mojo. Kemudian kami melakukan penyelidikan dan penangkapan dari penadahnya terlebih dahulu," ujar Kasat Reskrim AKP Siswandi, Senin (13/5/2013).

Saat dikonfirmasi, kedua tersangka Rasimin dan Ambyah mengaku, nekat membobol konter handphone (HP) Ramadhan di Dusun Mayan, Desa Kranding, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri karena terdesak kebutuhan ekonomi. Dengan bekal dua buah obeng dan linggir, mereka berhasil menguras sesisi konter diantaranya, 50 buah HP berbagai merk dan asesorisnya.

"Saya masuk ke dalam. Sedangkan Ambyah di luar mengawasi. Hasilnya kami bagi berdua," ujar Rasimin.

Residivis yang pernah mendekam di Lapas Blitar selama 3 bulan, pada 1978 dan 3 bulan pada 1989 lalu itu mengaku, mendapat bagian 29 buah HP. Sedangkan Ambyah 21 buah. Rasimin menjual sebanyak 14 buah HP kepada anaknya Faik, dan 15 buah HP kepada cucunya Azam. Sedangkan Ambyah menjualnya kepada Hartini sejumlah pedagang di Pasar Setono Betek Kota Kediri.

"Saya jual ke pasar setono betek Rp 1 juta. Uangnya sudah habis saya pakai untuk mencukupi kebutuhan hidup," ujar pria yang kini domisili Komplek Krian, Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih.

Ambyah pernah menjalani hukuman di Lapas Blitar sebanyak dua kali dalam kasus pencurian pada 1978 selama 4 bulan dan tahun 1998 selama 8 bulan. Selain melakukan pencurian dengan modus garong di Konter Ramadhan, kedua tersangka juga mengaku, melakukan aksi kejahatan serupa di sebuah toko pracangan dekat Polsek Mojo. Mereka berhasil menggasak berbagai macam barang dagangan dan telah dijualnya.

Sementara itu, akibat kejadian tersebut Atqiyul Umam (31) pemilik konter mengalami kerugian sebenar Rp 30 juta. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, para tersangka kini harus mendekam di sel tahanan Polres Kediri Kota. Mereka terancam hukuman penjara selama tujuh tahun.[beritajatim]


http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1988698/curi-29-hp-dua-orang-kakek-kakek-ditembak-polisi#.UZLXAeBMGZY

Pelempar Bom Rakitan ke Pos Polisi Tewas Ditembak

Selasa, 14 Mei 2013, 06:24VIVAnews - Polisi menembak tewas satu orang yang diduga melempar bom rakitan ke Pos Polantas di Jalam Mitrabatik, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Sebelum melumpuhkan, polisi sempat berduel dengan pelaku.

Kapolresta Tasikmalaya AKBP Iwan Iman Susilo, menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat dua polisi lalulintas tengah bertugas, Aiptu Wijartono dan Briptu, pada Senin malam. Mereka dikejutkan dengan ulah seorang pemuda yang mengendarai sepeda motor yang tiba-tiba melemparkan benda yang diduga kuat bom rakitan ke arah mereka.

Kontan saja dua orang anggota Polantas Polresta Tasikmalata langsung berhamburan keluar pos polisi dan mengejar pelaku yang mempergunakan sepeda motor Supra Z nomor polisi Z 5130 KK. "Anggota Polantas kami berpencar dari dua arah," jelas Kapolresta Tasikmalaya.

Aiptu Wijartono berhasil mengejar pelaku dan sempat saling todong senjata api. Namun, saat pelaku menarik pelatuk, tak ada peluru yang keluar. Keduanya pun lantas berduel, dan pelaku yang belum diketahui identitasnya itu kemudian menyerang Wijartono dengan senjata tajam hingga terjatuh.

"Saat itu, salah satu anggota kami yang lain (Briptu Wahyu) datang dan terjadi kembali saling todong, namun kali ini anggota langsung menembak hingga pelaku tewas," ungkap Iwan.

Wijartono langsung dilarikan ke rumah sakit Jasa Kartini, karena menderita luka sabetan di dada. Sementara itu, jasad pelaku dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Tasikmalaya untuk keperluan autopsi.

Menurut Iwan, pelaku tidak membawa kartu identitas. Adapun ciri-ciri pelaku adalah kulit sawo matang, rambut ikal, usia diperkirakan sekitar 20 tahun. Dia juga mengenakan celana jeans, kaos putih, dan jaket hitam, serta kaos kaki hitam putih. "Kami masih melakukan identifikasi," tuturnya.

Disaksikan warga

Salah seorang warga, Deni (28), mengaku ikut menyaksikan ulah pemuda yang melempar bom rakitan ke pos polisi. "Petugas kepolisian langsung mengejar. Bahkan warga juga turut mengejar," katanya.

Dia juga menyaksikan saat pelaku berhasil disergap di sebuah gang di Cipedes. Sebelumnya sempat saling todong dan penyerangan dengan mempergunakan sejata tajam, sehingga seorang petugas polisi terluka. "Polisi menembak karena pelaku terus melawan," jelasnya. (art)


http://us.nasional.news.viva.co.id/news/read/412566-pelempar-bom-rakitan-ke-pos-polisi-tewas-ditembak