Wednesday, 1 June 2011

Coba Kabur, Garong Mobil Ditembak

Rabu, 01 Juni 2011 , 08:49:00

SAMARINDA- Warga Jln Sultan Sulaiman, Gang H Salman, RT 10, Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan, mendadak geger, Selasa (31/5) sekitar pukul 00.15 Wita. Warga yang awalnya sedang tidur pulas di rumah masing-masing, terbangun setelah mendengar beberapa kali suara letusan senjata api.

Begitu keluar rumah, warga melihat beberapa orang polisi berpakaian preman maupun berseragam lengkap sedang mondar mandir di sekitar tempat tinggal mereka. Polisi gabungan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Samarinda, Unit Patroli Samapta dan Unit Reskrim Polsekta Samarinda Ilir, ternyata sedang mengejar seorang garong mobil yang kabur.

Garong mobil tersebut bernisial Al (45), yang beberapa bulan belakangan tinggal di kawasan itu. Tanpa dikomando, puluhan warga pun mengambil kayu lalu ikut petugas mengepung Al yang disebut bersembunyi di kolong rumah dan semak di sekitar lingkungan mereka.

Beberapa kali tembakan peringatan dilepaskan petugas ke udara, dengan tujuan mengingatkan Al untuk menyerahkan diri. Al yang diduga sudah gelap mata tetap nekat kabur. Bahkan dengan bermodal sebuah pecahan botol, Al coba menyerang petugas yang hendak menangkapnya.

Tidak ingin mengambil resiko, karena Al tidak mengubris tembakan peringatan mau tidak mau petugas mengarahkan moncong senjata ke arah kaki dan perut lelaki paruh baya itu. Bukannya menyerah, Al malah tetap nekat kabur. Warga tidak tinggal diam dan ikut meringkusnya. Karena emosi, diantara warga ada yang nekat mengeroyok Al.

Untungnya petugas sigap dan cepat melarikan Al ke RSUD AW Sjahranie, untuk mendapatkan pertolongan

Informasi yang dihimpun Kpnn, Al merupakan garong mobil yang sudah belasan kali beraksi di Samarinda. Aksinya sangat meresahkan warga. Dia masuk daftar pencarian orang (DPO) polisi, karena beberapa kali hendak ditangkap selalu berhasil lolos.

Bukannya jera, selama pelariannya Al terus saja berulah. Dia beberapa kali memecah kaca mobil warga dan melarikan uang maupun barang berharga yang ditinggal di mobil. Senin (30/5), Al kembali beraksi di kawasan Jl Yos Sudarso dan berhasil melarikan uang puluhan juta rupiah.

Petugas yang melakukan penyelidikan berhasil mengendus keberadaanya. Petugas mengatur siasat untuk meringkus Al. Petugas mengawasi sebuah sewaan yang selama ini ditempati Al. Saat Al sedang tidur pulas, petugas melakukan pengepungan untuk menangkapnya.

Ketika petugas masuk ke rumahnya, Al terbangun dan kabur melalui plafon rumah. Setelah itu Al pun melompat ke atap rumah tetangganya yang lain. Tidak ingin kecolongan, petugas melakukan pengejaran. Beberapa akses untuk melarikan diri dikepung.

Merasa terdesak, Al masuk ke kolong rumah warga lalu bersembunyi di semak belukar. Petugas pun ikut masuk mengejar ke kolong dan semak hingga menarik perhatian warga sekitar, yang ikut melakukan pengejaran.

Setelah melepaskan tembakan peringatan dan tidak dihiraukan, petugas menembak lutut kiri Al. Meski sudah terluka, Al tetap tidak mau menyerah. Dia mengambil pecahan botol dan coba menyerang petugas yang hendak mengamankannya.

Lagi, petugas coba menyasar kaki Al untuk membuatnya menyerah. Namun tembakan kali ini malah mengenai perut samping kiri Al dan resedivis pencurian itu pun akhirnya tersungkur. Kejadian itu membuat warga emosi dan diantaranya ada yang melancarkan pukulan ke tubuh Al.

Sebelum emosi warga makin menjadi, petugas pun bergegas melarikan Al ke rumah sakit untuk mengobati lukanya. Begitu sampai di rumah sakit, Al langsung mendapat pertolongan medis. Akibat luka yang dialaminya Al sekarat dan terpaksa menjalani perawatan di Ruang ICU rumah sakit pemerintah tersebut.

Polisi menyita beberapa tas warga yang pernah jadi korbannya, di kediaman Al sebagai barang bukti. Petugas juga mengamankan 2 unit motor, yang selama ini dipakai untuk beraksi.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol M Arkan Hamzah, melalui Kasat Reskrim Kompol Arif Budiman SIK yang dikonfirmasi Kpnn mengatakan, masih melakukan penyelidikan terkait ulah Al selama ini. "Dari catatan kami, dia (Al, Red) memang sudah sering beraksi. Bahkan masuk dalam target operasi kami selama ini. Tiap kali hendak ditangkap selalu melarikan diri. Sementara dia masih menjalani perawatan di rumah sakit," ungkap Arif singkat.

Dihubungi terpisah, Kasatreskrim AKP Gendut Supriyanto mengungkapkan, pihaknya telah menerima informasi penangkapan tersebut. Saat ini dirinya mengkroscek keterlibatan Al berkasi kasus serupa di Balikpapan.

Mengingat sejumlah kejadian di Balikpapan memecahkan kaca mobil kemudian menyikat harta benda di dalamnya. “Masih kami telusuri keterlibatannya, apakah ia mengetahui atau tidak,” kata Gendut.(rm-1/kpnn/bai)

http://www.metrobalikpapan.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=56271

No comments:

Post a Comment